ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Asian Agri Operasikan 5 Pembangkit Listrik Tenaga Biogas

Selasa, 15 November 2016 | 22:53 WIB
AM
B
Penulis: Alexander Madji | Editor: B1
Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana (Tengah) bersama General Manager Asian Agri Freddy Widjaya (kanan) menyimak penjelasan tentang pembuatan biogas saat peresmian pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBG) di kawasan pabrik PT Indosawit Subur dari Asian Agri Grup di Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (23/1). Asian Agri grup menargetkan untuk membangun 20 PLTBG hingga 2020 untuk menghasilkan listrik dari limbah cair kelapa sawit, yang masing-masing bisa menghasilkan energi ramah lingkungan sebesar 2 megawatt untuk operasional pabrik dan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekitar.
Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana (Tengah) bersama General Manager Asian Agri Freddy Widjaya (kanan) menyimak penjelasan tentang pembuatan biogas saat peresmian pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBG) di kawasan pabrik PT Indosawit Subur dari Asian Agri Grup di Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (23/1). Asian Agri grup menargetkan untuk membangun 20 PLTBG hingga 2020 untuk menghasilkan listrik dari limbah cair kelapa sawit, yang masing-masing bisa menghasilkan energi ramah lingkungan sebesar 2 megawatt untuk operasional pabrik dan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekitar. (ANTARA)

Pelalawan - Asian Agri sudah mengoperasikan lima pembangkit listrik bertenaga biogas dengan total energi yang dihasilkan mencapai 6 megawatt (MW). Tahun depan, jumlah ini akan bertambah karena ada dua pembangkit yang sedang dalam proses pengerjaan dan hampir rampung serta ada penambahan mesin.

Kelima pembangkit itu masing-masing berada di Sumatera Utara (dua unit), Riau (dua unit) dan satu unit di Jambi. Pada Selasa (15/11) rombongan wartawan mengunjungi salah satu pembangkit listrik tenaga biogas milik Asian Agri yang berada di Pelalawan, Riau.

Manajer pabrik Parnel Saragih menjelaskan bahwa tenaga biogas ini berasal dari limbah pabrik sawit yang terletak tidak jauh dari instalasi listrik tersebut. Limbah tersebut dialirkan dengan pipa kemudian disaring sebelum dimasukan ke dalam tabung besar. Di sini, limbah itu kemudian dipanasi pada suhu 52-55 derajad selsius untuk kemudian menghasilkan biogas. Biogas ini lalu dialirkan ke pembangkit untuk menggerakkan turbin yang selanjutnya menghasilkan listrik berkekuatan 1,2 MW.

Menurutnya, listrik yang dihasilkan dari pembangkit ini dipakai untuk operasional pabrik sawit milik Asian Agri di lokasi tersebut. Itu pun masih ada surplus hingga 300 kilowatt. Tahun depan, kata dia, mereka akan mendapat satu lagi mesin baru guna menghasilkan tenaga listrik lebih besar lagi hingga 1,4 MW.

ADVERTISEMENT

Bahkan hingga 2020, perusahaan sawit milik pengusaha Sukanto Tanoto itu menargetkan membangun 20 pembangkit listrik tenaga biogas yang akan menghasilkan 40 megawatt listrik. Bila seluruh pelaku industri kelapa sawit di Indonesia melakukan kebijakan serupa, maka masalah listrik nasional bisa teratasi tanpa investasi pemerintah.

Dengan adanya produksi listrik sendiri, Asian Agri tidak lagi menggunakan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menggerakan pabrik sawitnya. Justru mereka sedang menjajaki kerja sama dengan PLN agar perusahaan milik pemerintah itu membeli listrik dari Asian Agri. "Tapi ini masih pembicaraan awal sekali," kata Parnel Saragih.

Sementara itu Direktur Asian Agri Fredy Widjaya dalam keterangan pers tertulisnya menjelaskan bahwa untuk kebutuhan operasional pabrik, listrik yang dibutuhkan hanya 700 kilowatt. Sehingga, Asian Agri masih memiliki surplus listrik 1,3 megawatt. Sisa ini bisa dipakai untuk menerangi lebih dari 7.000 rumah warga yang kebutuhan listrik hanya 900 watt.

"Pabrik Biogas yang didirikan Asian Agri merupakan bentuk tanggung jawab kami terhadap kelestarian lingkungan. Tidak hanya sekedar menjalankan bisnis perusahaan, kami berusaha agar limbah dari pengolahan sawit dapat menjadi sebuah hal yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan juga masyarakat," kata Direktur Asian Agri, Fredy Wijaya.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon