Persahabatan Emas dan Euro Kian Solid
Kamis, 12 April 2012 | 09:19 WIB
Sebab yang jelas adalah adanya rival yang mereka hadapi bersama, yaitu dollar AS yang sempat menguat di awal pekan ini
Emas kembali bersahabat dengan Euro, karena setiap pergerakan naik Euro akan diimbangi juga oleh penguatan harga emas.
"Sebab yang jelas adalah adanya rival yang mereka hadapi bersama, yaitu dollar AS yang sempat menguat di awal pekan ini," tutur Ariana Nur Akbar
Research and Analysis Division Monex Investindo Futures, dalam risetnya, hari ini.
Harga emas sempat bergerak naik dan sepertinya masih akan bergerak naik mengikuti perkembangan berita para petinggi Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) yang memberikan sinyal bahwa bank sentral tersebut siap melakukan intervensi di pasar surat hutang, dalam hal ini obligasi.
Kemarin, emas sempat tercatat menguat 0,1 persen menjadi US$1.659,49 per troy ounce.
Kekhawatiran yang dipicu oleh masalah hutang pemerintah Spanyol mereda setelah seorang anggota dari ECB mengatakan bahwa ada kemungkinan bahwa ECB akan kembali melakukan pembelian obligasi kembali.
Selain itu, sebagaimana pernyataan seorang petinggi dari Federal Reserve AS, yang mengatakan bahwa masih ada kemungkinan bagi Federal Reserve untuk kembali melakukan QE apabila memang diperlukan.
Data-data ekonomi yang patut untuk diwaspadai untuk pergerakan emas hari ini adalah data PPI AS dengan perkiraan turun 0,3 persen dari sebelumnya 0,4 persen, data Trade Balance AS dengan perkiraan kenaikan menjadi -51,9b dari sebelumnya -52,6b, serta data Unemployment Claims dengan perkiraan penurunan 355k dari sebelumnya 357k.
Dapat disimpulkan dengan asumsi data-data diatas, potensi dollar AS terhadap pergerakan emas adalah akan ada potensi koreksi terhadap emas.
Secara teknikal, sebagaimana ditunjukkan oleh grafik Guppy Multi Moving Average, harga secara umum memiliki potensi untuk turun, dengan kisaran support yang mungkin akan dapat ditemui di level-level $1.646 (Fibonacci 38,2 persen) dan US$1.636 (Fibonacci 23,6 persen).
Sedangkan apabila harga kembali menguat, potensi level resistance mungkin akan berada dalamn kisaran US$1.670 (Fibonacci 72,8 persen) dan US$1.690 (Fibonacci 100 persen).
Emas kembali bersahabat dengan Euro, karena setiap pergerakan naik Euro akan diimbangi juga oleh penguatan harga emas.
"Sebab yang jelas adalah adanya rival yang mereka hadapi bersama, yaitu dollar AS yang sempat menguat di awal pekan ini," tutur Ariana Nur Akbar
Research and Analysis Division Monex Investindo Futures, dalam risetnya, hari ini.
Harga emas sempat bergerak naik dan sepertinya masih akan bergerak naik mengikuti perkembangan berita para petinggi Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) yang memberikan sinyal bahwa bank sentral tersebut siap melakukan intervensi di pasar surat hutang, dalam hal ini obligasi.
Kemarin, emas sempat tercatat menguat 0,1 persen menjadi US$1.659,49 per troy ounce.
Kekhawatiran yang dipicu oleh masalah hutang pemerintah Spanyol mereda setelah seorang anggota dari ECB mengatakan bahwa ada kemungkinan bahwa ECB akan kembali melakukan pembelian obligasi kembali.
Selain itu, sebagaimana pernyataan seorang petinggi dari Federal Reserve AS, yang mengatakan bahwa masih ada kemungkinan bagi Federal Reserve untuk kembali melakukan QE apabila memang diperlukan.
Data-data ekonomi yang patut untuk diwaspadai untuk pergerakan emas hari ini adalah data PPI AS dengan perkiraan turun 0,3 persen dari sebelumnya 0,4 persen, data Trade Balance AS dengan perkiraan kenaikan menjadi -51,9b dari sebelumnya -52,6b, serta data Unemployment Claims dengan perkiraan penurunan 355k dari sebelumnya 357k.
Dapat disimpulkan dengan asumsi data-data diatas, potensi dollar AS terhadap pergerakan emas adalah akan ada potensi koreksi terhadap emas.
Secara teknikal, sebagaimana ditunjukkan oleh grafik Guppy Multi Moving Average, harga secara umum memiliki potensi untuk turun, dengan kisaran support yang mungkin akan dapat ditemui di level-level $1.646 (Fibonacci 38,2 persen) dan US$1.636 (Fibonacci 23,6 persen).
Sedangkan apabila harga kembali menguat, potensi level resistance mungkin akan berada dalamn kisaran US$1.670 (Fibonacci 72,8 persen) dan US$1.690 (Fibonacci 100 persen).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




