Produksi Membaik, Harga Beras Stabil
Minggu, 15 April 2012 | 19:22 WIB
Harga beras di pasaran saat ini stabil. Hal itu diharapkan menjadi salah satu bukti dari produksi beras tahun ini yang lebih baik.
Sekretaris Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Nellys Soekidi memaparkan, harga beras alam posisi stabil. Jika terlihat adanya lonjakan, hal itu karena adanya kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP), namun sebenarnya harga dalam kondisi normal.
“HPP beras naik dari Rp 5.060 menjadi Rp 6.600 per kg. Jika harga beras sampai di pasar Rp 6.750 masih wajar,” tutur dia di Jakarta belum lama ini.
Menurut dia, harga beras IR I Rp 7.000-7.100 per kg, IR 2 Rp 6.800-6.900 per kg, IR 3 di PIBC saat ini Rp 6.700-6.750 per kg, dan beras super di atas Rp 7.300 per kg.
Pasokan beras di PIBC juga lancar, rata-rata di atas 2.000 ton per hari karena didukung produksi yang bagus. Daerah-daerah di luar Jawa yang mengalami surplus, seperti Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan, telah menyumbang produksi yang signifikan. Sebab, sebelumnya, pengiriman beras ke luar Jawa sangat tinggi, yang menandakan adanya defisit produksi.
Nellys menjelaskan, panen tahun ini cukup baik karena selama musim tanam I hampir seluruh lahan sawah bisa ditanami padi.
“Dibanding musim tanam I 2011, tahun ini lebih baik, namun belum menjadi ukuran satu tahun,” ujar dia.
Ketua Umum Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir optimistis, produksi padi tahun ini lebih baik karena kondisi iklim lebih baik dan hama penyakit berkurang, seperti tikus, bundep, dan beluk. Banjir tahun ini juga tidak sebanyak 2011.
Meski demikian, pertumbuhan produksi di awal tahun ini belum bisa menjadi patokan sepanjang tahun ini.
Di tengah panen raya yang cukup menggembirakan, Perum Bulog diharapkan mengoptimalkan penyerapannya demi memperkuat stoknya. Hal itu juga dimaksudkan agar Indonesia tidak perlu impor beras lagi.
Tahun lalu, Bulog bisa menyerap 2 juta ton beras petani, jika tahun ini bisa membeli 1,5 juta ton sudah bagus akibatnya ketatnya persaingan dengan pedagang. Jika ada beras atau gabah petani yang dibeli di bawah HPP, diperkirakan hal itu dilakukan unit pengolahan gabah dan beras (UPGB) karena belum sesuai standar pemerintah.
Sekretaris Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Nellys Soekidi memaparkan, harga beras alam posisi stabil. Jika terlihat adanya lonjakan, hal itu karena adanya kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP), namun sebenarnya harga dalam kondisi normal.
“HPP beras naik dari Rp 5.060 menjadi Rp 6.600 per kg. Jika harga beras sampai di pasar Rp 6.750 masih wajar,” tutur dia di Jakarta belum lama ini.
Menurut dia, harga beras IR I Rp 7.000-7.100 per kg, IR 2 Rp 6.800-6.900 per kg, IR 3 di PIBC saat ini Rp 6.700-6.750 per kg, dan beras super di atas Rp 7.300 per kg.
Pasokan beras di PIBC juga lancar, rata-rata di atas 2.000 ton per hari karena didukung produksi yang bagus. Daerah-daerah di luar Jawa yang mengalami surplus, seperti Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan, telah menyumbang produksi yang signifikan. Sebab, sebelumnya, pengiriman beras ke luar Jawa sangat tinggi, yang menandakan adanya defisit produksi.
Nellys menjelaskan, panen tahun ini cukup baik karena selama musim tanam I hampir seluruh lahan sawah bisa ditanami padi.
“Dibanding musim tanam I 2011, tahun ini lebih baik, namun belum menjadi ukuran satu tahun,” ujar dia.
Ketua Umum Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir optimistis, produksi padi tahun ini lebih baik karena kondisi iklim lebih baik dan hama penyakit berkurang, seperti tikus, bundep, dan beluk. Banjir tahun ini juga tidak sebanyak 2011.
Meski demikian, pertumbuhan produksi di awal tahun ini belum bisa menjadi patokan sepanjang tahun ini.
Di tengah panen raya yang cukup menggembirakan, Perum Bulog diharapkan mengoptimalkan penyerapannya demi memperkuat stoknya. Hal itu juga dimaksudkan agar Indonesia tidak perlu impor beras lagi.
Tahun lalu, Bulog bisa menyerap 2 juta ton beras petani, jika tahun ini bisa membeli 1,5 juta ton sudah bagus akibatnya ketatnya persaingan dengan pedagang. Jika ada beras atau gabah petani yang dibeli di bawah HPP, diperkirakan hal itu dilakukan unit pengolahan gabah dan beras (UPGB) karena belum sesuai standar pemerintah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




