Impor Non-Migas Tiongkok di Indonesia Mencapai US$ 25 Miliar
Kamis, 18 Mei 2017 | 14:33 WIB
Jakarta - Tiongkok terus mengincar Indonesia sebagai pasar utama. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, nilai impor nonmigas Tiongkok di Indonesia mencapai US$ 21 miliar.
Vice President Kamar Dagang Tiongkok/China Chamber of Commerce for Import and Export of Machinery and Electronic Products (CCCME) Wang Gui Qing mengatakan jenis produk yang paling banyak diimpor adalah mesin manufaktur, mesin peralatan dan elektronik.
Hampir 60 persen produk mesin manufaktur, peralatan dan elektronik asal Tiongkok dinikmati industri dan konsumen di Indonesia.
"Indonesia merupakan pasar utama Tiongkok dan masuk big five market setelah India dan Amerika Serikat," ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Kamis (18/5).
Ia memperkirakan pada tahun ini, nilai impor non migas Tiongkok juga meningkat dengan perkiraan mencapai US$ 25 miliar, hal ini menjadi bukti bahwa Indonesia masih menjadi pasar yang cukup positif bagi Tiongkok.
Indonesia juga banyak mengekspor produknya ke Tiongkok dan kualitasnya tidak pernah mengecewakan. Beberapa produk Indonesia yang diekspor ke Tiongkok adalah tekstil, alas kaki, makanan dan minuman. Pada intinya, hubungan dagang antara Indonesia dan Tiongkok sangat kuat dan sudah terjalin cukup lama.
"Indonesia dan Tiongkok tidak bisa dilepaskan dan sama-sama saling untung," ungkap dia.
Ia mengatakan agar pelaku industri dan konsumen Indonesia mencintai produk mesin Tiongkok maka diadakan pameran Indonesia Industrial Machinery and Electronic Product Exhibition (IIME) dan Fluid Machinery 2017 dari tanggal 18-20 Mei di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta.
Beberapa produk seperti mesin kontruksi, pertambangan, pertanian, energi, peralatan rumah tangga, mesin pompa dan fan ditampilkan dalam pameran ini.
Pameran ini mendapatkan dukungan dari kamar dagang Tiongkok dan Asosiasi Industri Permesinan Cina. Melalui pameran ini, pengunjung dan pelaku industri bisa saling bertukar informasi dan membuka peluang bisnis.
di Indonesia sendiri, pameran ini didukung oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Asosiasi Perusahaan Teknik Mekanikal dan Elektrika Indonesia, Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia, Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia, Kadin Indonesia, Perhimpunan Pengusaha Indonesia Tionghoa, dan Industri Penunjang Migas.
Lebih dari 180 exhibitor dari kota di Tiongkok seperti Zhejiang, Jiangsu, Fujian, Shandong, Liaoning mengisi area seluas 4 ribu meter persegi. Perusahaan besar yang berpatisipasi adalah Shenyang Blower Group dan Dalian Deep Blue.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




