Tambah Investasi, Sharp Produksi AC dan TV di Indonesia
Rabu, 18 April 2012 | 18:09 WIB
IH
B
Penulis:
ID/ Damiana Ningsih Simanjuntak/ Ayyi Achmad Hidayah | Editor: B1
Sebelumnya, Sharp sudah menginisiasi investasi sebesar Rp1,2 triliun untuk membangun pabrik baru
Produsen produk elektronik PT Sharp Electronics Indonesia (Sharp) berencana menambah investasinya di Indonesia dengan mengembangkan produksi AC, LCD TV, dan solar panel.
Sebelumnya, Sharp sudah menginisiasi investasi sebesar Rp1,2 triliun untuk membangun pabrik baru, yakni untuk memproduksi 220 ribu unit kulkas per bulan dari sebelumnya 120 ribu unit per bulan dan 140 ribu unit mesin cuci per bulan dari sebelumnya 50 ribu unit per bulan.
Konstruksi pabrik di atas lahan seluas 30 hektar di Karawang itu dimulai Juni 2012 dan dijadwalkan beroperasi Oktober 2013.
"Utamanya, pabrik itu untuk memproduksi mesin cuci dan kulkas. Nanti, terbuka kemungkinan kita ekspansi karena lahannya begitu besar. Sesuai izin BKPM yang kami terima, terbuka kemungkinan untuk produk lain, seperti AC, LCD TV, dan solar panel. Tapi, belum diputuskan.
Tergantung iklim investasi dan kemampuan bersaing produksi kami di sini. Sementara, kami mengaplikasi untuk izin produksi 500-600 ribu unit per tahun. Sekitar 40 ribu unit per bulan," kata General Manager Administration Division Sharp Sukiatno Halim usai bertemu Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Dirjen IUBTT Kemenperin Budi Darmadi di Jakarta, hari ini.
Selama ini, tutur Sukiatno, Sharp mengimpor produk AC untuk kebutuhan pasar Indonesia. Dari basis produksi di Thailand yang berkapasitas sekitar 2,8 juta unit per tahun.
Menurut dia, keputusan perusahaan memilih Indonesia sebagai tujuan investasi adalah karena sebagai pasar terbesar setelah Tiongkok dan India. Hal ini, ujar dia, peluang bagi pemerintah untuk mengembangkan industri lokal.
"Sharp melihat peluang ini dan memastikan untuk mengembangkan pabrik di sini. Sharp bisa menyesuaikan dan memasok untuk pasar Indonesia. Di Indonesia, rata-rata pangsa pasar kami untuk seluruh produk selalu di deretan pemain nomor 1 atau 2. Secara spesifik, kulkas menimati 40 persen pasar dan LCD TV sekitar 20 persen," kata Sukiatno.
Produsen produk elektronik PT Sharp Electronics Indonesia (Sharp) berencana menambah investasinya di Indonesia dengan mengembangkan produksi AC, LCD TV, dan solar panel.
Sebelumnya, Sharp sudah menginisiasi investasi sebesar Rp1,2 triliun untuk membangun pabrik baru, yakni untuk memproduksi 220 ribu unit kulkas per bulan dari sebelumnya 120 ribu unit per bulan dan 140 ribu unit mesin cuci per bulan dari sebelumnya 50 ribu unit per bulan.
Konstruksi pabrik di atas lahan seluas 30 hektar di Karawang itu dimulai Juni 2012 dan dijadwalkan beroperasi Oktober 2013.
"Utamanya, pabrik itu untuk memproduksi mesin cuci dan kulkas. Nanti, terbuka kemungkinan kita ekspansi karena lahannya begitu besar. Sesuai izin BKPM yang kami terima, terbuka kemungkinan untuk produk lain, seperti AC, LCD TV, dan solar panel. Tapi, belum diputuskan.
Tergantung iklim investasi dan kemampuan bersaing produksi kami di sini. Sementara, kami mengaplikasi untuk izin produksi 500-600 ribu unit per tahun. Sekitar 40 ribu unit per bulan," kata General Manager Administration Division Sharp Sukiatno Halim usai bertemu Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Dirjen IUBTT Kemenperin Budi Darmadi di Jakarta, hari ini.
Selama ini, tutur Sukiatno, Sharp mengimpor produk AC untuk kebutuhan pasar Indonesia. Dari basis produksi di Thailand yang berkapasitas sekitar 2,8 juta unit per tahun.
Menurut dia, keputusan perusahaan memilih Indonesia sebagai tujuan investasi adalah karena sebagai pasar terbesar setelah Tiongkok dan India. Hal ini, ujar dia, peluang bagi pemerintah untuk mengembangkan industri lokal.
"Sharp melihat peluang ini dan memastikan untuk mengembangkan pabrik di sini. Sharp bisa menyesuaikan dan memasok untuk pasar Indonesia. Di Indonesia, rata-rata pangsa pasar kami untuk seluruh produk selalu di deretan pemain nomor 1 atau 2. Secara spesifik, kulkas menimati 40 persen pasar dan LCD TV sekitar 20 persen," kata Sukiatno.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




