Beri Pelatihan untuk Calon TKI, Tahir Foundation Kerja Sama Kemnaker
Kamis, 8 Februari 2018 | 18:16 WIB
Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengandeng Tahir Foundation untuk melakukan pendidikan dan pelatihan (diklat) calon tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, terutama calon TKI sebagai perawat kesehatan di rumah sakit dan care giver (perawat orang jompo).
Kerja sama ini tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangi Chairman Tahir Foundation, Dato’ Sri Tahir, dan Menteri Ketenagakerjaan (Kemnaker), Hanif Dhakiri, di gedung Kemnaker, Jakarta, Kamis (8/2).
Dato’ Sri Tahir dalam sambutannya mengatakan, ia terpanggil untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam hal ini Kemnaker untuk melakukan pendidikan dan pelatihan calon TKI karena ia prihatin ketika mendatangi sejumlah negara, orang Indonesia banyak menjadi pekerja rumah tangga (PRT). Sementara dari negara lain seperti Filipina, Tiongkok dan India menjadi pekerja formal dan sungguh profesional.
"Ketika saya ke Dubai, Singapura, Malaysia, dan sejumlah negara lainya di rumah sakit-rumah sakit negara-negara itu, perawatnya dan pembantu dokter adalah tenaga kerja dari Filipina, Tiongkok dan India. Sementara TKI hanya sebagai pembersih kotoran dan pembantu rumah tangga. Sungguh prihatin," kata dia.
Hal itu terjadi, kata dia, karena kualitas TKI rendah. "Saya sungguh malu sebagai orang Indonesia dengan keadaan seperti ini. Makanya saya harus bantu pemerintah menyiapkan calon TKI yang profesional," kata dia.
Dato’ Sri Tahir berharap, dalam waktu lima tahun ke dapan tidak ada lagi orang Indonesia yang menjadi pembantu rumah tangga di luar negeri. "Kita kirim tenaga profesional ke luar negeri," kata dia.
Sementara Hanif Dhakiri mengatakan, dalam tahun 2018 ini, Kemnaker dan Tahir Foundation akan melakukan pendidikan dan pelatihan sebanyak 5.000 orang calon TKI di Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur) dan di Lembang, Bandung (Jawa Barat). Menurut Hanif, hal ini juga bertujuan untuk mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia yang semakin banyak.
Sementara Dirjen Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kemnaker, Maruli Apul Hasiloan, mengatakan, pendidikan dan pelatihan 5.000 calon TKI itu akan dilakukan secara bertahap, dan diharapkan selesai dalam tahun 2018 ini.
Menurut Maruli, yang diutamakan untuk dididik dan dilatih adalah calon TKI care giver dan perawat kesehatan. "Pendidikan 5.000 orang ini merupakan pilot project. Kalau ini sukses pasti akan terus dilakukan kerja sama lagi seperti ini," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




