ESDM Undang Norwegia Investasi Energi Bersih di Indonesia
Kamis, 12 April 2018 | 15:09 WIB
Jakarta - Tren penggunaan energi di dunia sudah mulai beralih dari sumber energi fosil menuju sumber energi baru terbarukan (EBT). Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Indonesia menyatakan keseriusannya dalam pengembangan EBT yang ditunjukkan dengan menargetkan porsi EBT dalam bauran energi pembangkitan tenaga listrik pada tahun 2025 mencapai 23 persen. Untuk mencapai target 23 persen bukanlah sesuatu yang mudah, namun diperlukan upaya yang kuat juga bantuan dari investor baik dalam maupun luar negeri.
"Meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan bukanlah tugas yang mudah, kami harus bekerja keras untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan dengan harga terjangkau, karena kami memiliki target ambisius untuk menyediakan 23 persen pasokan energi pada 2025, yang berasal dari energi terbarukan," kata Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar saat membuka acara Indonesia-Norway Energy Workshop di Jakarta, Kamis (12/4).
Arcandra menjelaskan untuk mencapai target 23 persen tersebut pemerintah telah melakukan berbagai upaya termasuk merumuskan peraturan seperti tarif untuk menarik investor swasta berinvestasi lebih banyak dalam proyek energi terbarukan. Dia menegaskan bahwa untuk mengembangkan energi terbarukan secara progresif diperlukan pihak-pihak lain seperti investor baik dari dalam maupun luar negeri. Pengembangan energi, khususnya energi terbarukan, memerlukan investasi asing dan kerja sama dengan negara lain. Penting bagi Indonesia dan negara lain untuk berjalan bersama demi mencapai keuntungan bersama.
"Kami mendorong sektor swasta, termasuk investor Norwegia, untuk berpartisipasi dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia, terutama Indonesia Timur, untuk membantu kami dalam memenuhi kebutuhan energi kepada masyarakat," ujarnya.
Sementara itu Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Harris menambahkan kerja sama pengembangan energi terbarukan dengan Norwegia merupakan langkah yang tepat. Norwegia memiliki pengalaman dalam pengembangan tenaga air sebagai energi, 98 persen energi kebutuhan energi mereka diperoleh dari pembangkit listrik tenaga air.
Selain itu, Harris mengatakan, Norwegia juga memiliki kemampuan untuk memproduksi mesin-mesin pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan seperti, pembangkit listrik tenaga bayu, air, dan pembangkit listrik tenaga matahari.
"Kita mengundang mereka untuk menginvestasikan dana mereka di sektor pembangkitan renewable kita, khususnya yang berbasis tenaga air, solar, angin dan waste to energy," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




