ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Arcandra: Tarif Listrik Nuklir Mahal

Kamis, 19 April 2018 | 13:02 WIB
RP
FB
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: FMB
Arcandra Tahar
Arcandra Tahar (BeritaSatu Photo/Emral)

Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar angkat suara mengenai pengembangan energi nuklir di tanah air. Pasalnya belakangan ini marak pembahasan mengenai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai alternatif untuk memenuhi target bauran energi 23 persen di 2025.

Arcandra mengatakan harga listrik PLTN lebih mahal ketimbang pembangkit lain yang ada di Indonesia. "Coba kita lihat murah mana PLTN atau pembangkit lain. Sebagian kita salah persepsi bisa US$6 sen/kWh. Nuklir itu US$14 sen/kWh," kata Arcandra sebagai pembicara kunci seminar energy policy di Jakarta, Kamis (19/4).

Dia mengungkapkan telah melakukan kunjungan lapangan dan berbicara dengan Rosatom, perusahaan pembangkit nuklir asal Rusia. Dalam kunjungan itu terungkap harga listrik yang dihasilkan US$12cent/kWh. "Saya cek realita di lapangan Rosatom. Saya tanya berapa bisa kamu produksi nuclear power plant, dia katakan US$12 cent/kWh," ungkapnya.

Lebih lanjut Arcandra menegaskan pemerintah berkomitmen menekan biaya pokok produksi listrik. Salah satunya dengan pengembangan potensi energi terbarukan di Indoesia. "Pemerintah komit dalam energi terbarukan, tetapi harus ada strateginya," jelasnya.

ADVERTISEMENT


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon