IFMAC & WOODMAC 2018 Edisi ke-7 Segera Digelar
Kamis, 6 September 2018 | 18:33 WIB
Jakarta - Pameran International Furniture Manufacturing Components (IFMAC) dan Woodworking Machinery Exhibition (WOODMAC) 2018 Indonesia akan segera digelar. Pameran ini akan dilangsungkan selama 4 hari, yaitu dari tanggal 26-29 September 2018 mendatang.
Mengambil tema ‘Top Quality Technologies for Indonesia’s Expanding Furniture Industry’. JIEXPO Kemayoran, sebagai tempat penyelenggaran IFMAC & WOODMAC 2018 akan menjadi tempat yang dapat menginspirasi dan memotivasi para pemain industri furniture untuk meningkatkan kemampuan menufaktur mereka melalui mesin, produk, hingga solusi yang menguntungkan.
Menjelang penyelenggaraan pameran, para pelaku industri furniture Jakarta, bertemu dalam dialog interaktif yang menghadirkan Ketua Umum Koperasi Industri Kayu dan Mebel, Bapak Ir. Ade Firman, Kepala Suku Dinas Koperasi UMKM serta Perdagangan Jakarta Timur Bapak Samsu Rizal Kadafi, Pemilik Olympic Group Bapak Au Bintoro, dan General Manager WAKENI Bapak Sofianto Widjaja.
Diikuti oleh 300 peserta pameran dari 24 negara serta perusahaan manufaktur furniture yang kembali dan membawa lebih banyak mesin, luas pameran IFMAC & WOODMAC 2018 meningkat sebesar 25% dari edisi sebelumnya.
Memasuki edisi ketujuh, tahun ini, IFMAC WOODMAC juga menyambut partisipasi perdana dari pemain besar lainnya di berbagai negara, seperti dari Afrika, Latvia, Finlandia, Afghanistan, dan juga paviliun Jerman. Partisipasi dari negara lain, seperti Tiongkok, Taiwan, dan Prancis juga turut melengkapi pameran IFMAC WOODMAC 2018. Pameran ini mentargetkan 13.000 pengunjung dari 40 negara akan hadir di IFMAC WOODMAC 2018.
"Peningkatan jumlah peserta Internasional dan pemain lokal dari tahun ke tahun, merupakan pertanda baik bagi perkembangan industri furniture dan kerajinan kayu di Indonesia untuk lebih terbuka dan bersaing di pasar global. Penerapan teknologi untuk meningkatkan kinerja industri memerlukan kolaborasi dari para pemimpin pasar yang berinvestasi dalam pertumbuhan pasar Indonesia dan pemain lokal yang berkomitmen untuk menjalani transformasi dalam proses, sistem operasional dan pendekatan untuk peningkatan kualitas. IFMAC & WOODMAC dikelola secara strategis untuk menggambarkan kebutuhan industri secara konstruktif," ujar Sofianto Wijaya, General Manager, PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI), Selasa (4/9).
Selain menghadirkan seluruh rantai produksi industri furnitur dan kayu, IFMAC & WOODMAC 2018 memiliki spesial fitur yaitu pada teknologi komputer yang akan meningkatkan sistem operasional di produksi furnitur dan pabrik mesin-mesin kayu.
Perusahaan-perusahaan yang akan memamerkan teknologi komputer tersebut adalah Alphacam, CAD+T, Phyta, serta Cabinet Vision. Di sisi permesinan kayu, pelaku industri seperti Suryamasinka Semestaraya, SCM Group, Biesse, Homag, Felder Group, dan sebagainya akan terus memamerkan mesin-mesin terlaris mereka. Selain itu, Untuk mengoptimalkan kekayaan bahan kayu Indonesia yag melimpah serta meningkatkan upaya dalam menghasilkan produk sampingan kayu berkualitas yang lebih baik, teknologi khusus akan diperkenalkan kepada para pengolah dan pemasok kayu lokal.
Wintersteiger WOODTECH yang dikenal dengan teknologi pemotongan tipis canggih dalam produksi lamellas, akan meluncurkan di Indonesia penggergaji tipis DSB Compact 310 dan TRC-M Easy untuk perbaikan kayu. Di sektor bahan baku dan pemasok kayu olahan, dua pemain lokal dan internasional yakni Kanawood Indomakmur dan Quebec Wood Export Bureau akan menampilkan berbagai pilihan kayu khusus mereka dari hutan yang berbeda.
Selain mendukung pertumbuhan produksi furniture Indonesia, IFMAC dan WOODMAC juga bertujuan untuk menyediakan solusi satu atap untuk segala kebutuhan di seluruh rantai pasok manufaktur furniture dan turunannya. Pameran IFMAC & WOODMAC 2018 terintegerasi dengan pameran Building Façade & Fixtures Indonesia (BFF), yang merupakan pameran pertama yang didedikasikan pada sektor konstruksi bangunan yang dinamis di negara ini. Pameran Building Façade & Fixutres Indonesia akan berkontrubusi terhadap modernisasi infrastruktur dan lanskap arsitektur komersial dan resindensial Indonesia. Pameran ini akan menampilkan solusi fenestrasi termasuk fasad yang berbahan kayu dan olahan kayu.
Selanjutnya, untuk kualitas produk akhir dari manufaktur furnitur dan permesinan kayu, Kitchen + Bathroom Indonesia sebagai pameran yang juga terintegerasi, yang akan menampilkan fasilitas hingga perlengkapan dapur dan kamar mandi. Secara bersamaan, ke empat pameran ini menghadirkan estetika dan teknologi untuk menciptakan bangunan dan rumah pintar yang dilengkapi dengan perabotan serta perlengkapan yang berkualitas tinggi.
Kegiatan lain yang dapat ditemukan pada saat pameran berlangsung, diantaranya adalah seminar "Solusi Teknologi untuk Perkembangan Industri Furnitur Indonesia" oleh Himpunan Kerajinan dan Mebel Indonesia (HIMKI).
Penandatangan kerja sama antara CAD+T, Akademi PIKA, dan Universitas Podomoro dimana pengunjung dapat menyaksikan kolaborasi antara pelaku industri dan pengguna. Serta seminar dari Phyta Asia dan Cabinet Vision yang masing-masing akan memperluas wawasan pengunjung terkait teknologi berbasis komputer yang akan meningkatkan proses manufaktur industri furnitur. IFMAC & WOODMAC, Kitchen Bathroom Indonesia, serta Building Façade & Fixtures Indonesia 2018 selama 4 hari akan menjadi pameran yang menguntungkan bagi seluruh pemain industri yang datang, mulai dari menemukan informasi kemajuan industi furnitur hingga menjadi distributor lokal dari perusahaan-perusahaan asing yang datang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




