Bakrie Group Gandeng Perusahaan Nigeria
Rabu, 30 Mei 2012 | 00:00 WIB
Usaha Bakrie di Afrika meliputi pertambangan, oil and gas dan agribisnis.
Bakrie Group bekerjasama dengan perusahaan Nigeria, Delano Group membentuk perusahaan bersama (joint venture). Perusahaan yang akan berlokasi di Nigeria diberi nama Bakrie Delano Afrika.
CEO Bakrie Delano Afrika, Ladi Delano akan membidik tiga sektor usaha yaitu pertambangan, oil and gas dan agribisnis.
"Tetapi untuk awal kami akan masuk ke agribisnis, khususnya, palm oil dan karet," katanya di Jakarta hari ini.
Ladi mengatakan investasi awal untuk joint venture ini sebesar US$ 500 juta.
"Sektor yang dimasuki yang bisa memberi pertumbuhan ekonomi, competitive advantage, dan track record yang cukup," ujarnya.
Menurut Ladi, pilihan pihaknya memilih Bakrie Group karena perusahaan sudah terbuka. Dia menuturkan, Indonesia dan Nigeria memiliki GDP hampir sama, pembangunan hampir sama, negaranya juga hampir sama. Selama 30 tahun periode Bakrie Grup teridentifikasi sangat luas pengembangannya, mulai dari pertanian, pertambangan, infrastruktur.
"Kami butuh grup yang track record-nya bagus, dan negaranya nyaris sama dengan Nigeria. sedangkan Nigeria hanya oil dan gas saja, makanya butuh partner yang bisa diverisifikasi grup-grup yang mampu di sektor primer," tuturnya.
Pada awalnya kerja sama ini menyasar Nigeria dan ke depan menyasar semua pasar Afrika.
"Nigeria hanya sebagai pintu masuk kami ke pasar Afrika," paparnya.
Bakrie Group bekerjasama dengan perusahaan Nigeria, Delano Group membentuk perusahaan bersama (joint venture). Perusahaan yang akan berlokasi di Nigeria diberi nama Bakrie Delano Afrika.
CEO Bakrie Delano Afrika, Ladi Delano akan membidik tiga sektor usaha yaitu pertambangan, oil and gas dan agribisnis.
"Tetapi untuk awal kami akan masuk ke agribisnis, khususnya, palm oil dan karet," katanya di Jakarta hari ini.
Ladi mengatakan investasi awal untuk joint venture ini sebesar US$ 500 juta.
"Sektor yang dimasuki yang bisa memberi pertumbuhan ekonomi, competitive advantage, dan track record yang cukup," ujarnya.
Menurut Ladi, pilihan pihaknya memilih Bakrie Group karena perusahaan sudah terbuka. Dia menuturkan, Indonesia dan Nigeria memiliki GDP hampir sama, pembangunan hampir sama, negaranya juga hampir sama. Selama 30 tahun periode Bakrie Grup teridentifikasi sangat luas pengembangannya, mulai dari pertanian, pertambangan, infrastruktur.
"Kami butuh grup yang track record-nya bagus, dan negaranya nyaris sama dengan Nigeria. sedangkan Nigeria hanya oil dan gas saja, makanya butuh partner yang bisa diverisifikasi grup-grup yang mampu di sektor primer," tuturnya.
Pada awalnya kerja sama ini menyasar Nigeria dan ke depan menyasar semua pasar Afrika.
"Nigeria hanya sebagai pintu masuk kami ke pasar Afrika," paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




