ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelaku Usaha dan Ekonom Puji Konsep Arus Baru Ekonomi KH Ma'ruf Amin

Rabu, 14 November 2018 | 10:08 WIB
YP
FB
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FMB
Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Ma'ruf Amin di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11) siang.
Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Ma'ruf Amin di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11) siang. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Sejumlah pelaku usaha dan ekonom mengapresiasi dan memuji konsep arus baru ekonomi Indonesia yang digagas oleh calon wakil presiden nomor Urut 01 KH Ma'ruf Amin. Menurut mereka, konsep tersebut bisa melengkapi apa yang sudah dikerjakan oleh Joko Widodo dalam membangun ekonomi Indonesia.

Hal ini disampaikan pelaku usaha dan ekonom saat memberikan testimoni di acara peluncuran berjudul "Arus Baru Ekonomi Indonesia" karya M Azrul Tanjung dan penulis lainnya di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (13/11) malam.

Dalam acara peluncuran buku ini hadir Kiai Ma'ruf Amin, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto, Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Sutrisno Bachir dan Menaker Hanif Dhakiri. Selain itu, hadir juga ekonom dan pelaku usaha antara lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, Arif Budimanta, Hendri Saparini dan Hartati Murdaya.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, menyebut pemikiran Ma'ruf sejalan dengan pemikiran para pengusaha. Menurut Hariyadi, para pengusaha juga memikirkan risiko ketidakadilan itu sehingga tidak ada jarak antara pelaku usaha besar dan kecil.

ADVERTISEMENT

"Perlu kami sampaikan permasalahan yang utama bagaimana melakukan sinergi ini berjalan dengan baik. Lebih kepada semangat yang besar dan kecil itu harus ketemu. Pemikiran arus baru ekonomi yang digagas Kiai Ma'ruf ini menjadi titik temu," ungkap Hariyadi.

Hariyadi yakin Apindo dan pelaku usaha mendukung implementasi gagasan Kiai Ma'ruf dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih baik dan lebih adil. Dia pun berharap Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden di Pilpres 2019.

"Insha Allah mendapatkan amanah untuk menjadi wapres. Kami akan lebih sowan ke depan untuk implementasi ini. Selama ini kami ke Pak JK, kami ke Pak Ma'ruf juga akan seperti itu. Soalnya Pak Jokowi sibuk. Akhirnya ke Pak Wapres agar lebih cepat. Semoga nantinya lebih dimudahkan untuk jadi wapres," tutur dia.

Senada dengan itu, Ekonom Arif Budimanta menilai gagasan arus ekonomi baru merupakan perwujudan pemikiran dan perjuangan membangun ekonomi Indonesia. Menurut dia, dalam arus ekonomi baru tersebut terdapat pemikiran, perjuangan dan capaian.

"Jadi, ada pemikiran dan perjuangan di dalam arus ekonomi baru yang digagas Kiai Ma'ruf. Jika digabung dengan pemikiran dan perjuangan Jokowi selama ini, maka akan membuat Indonesia lebih maju yang berlandaskan Pancasila sehingga menjadi negara yang aman, damai dan makmur serta diridhoi Tuhan," jelas dia.

Ekonom Senior dari Core Indonesia, Hendri Saparini juga mengapresiasi konsep ekonomi yang dicetus Kiai Ma'ruf. Hendri memberikan tiga catatan terkait arus ekonomi yang digagas Kiai Ma'ruf. Pertama, kejujuran Kiai Ma'ruf mengungkapkan realitas bahwa masih terdapat kesenjangan di Indonesia.

"Saat ini sangat jarang kita ambil strategi ekonomi yang didasarkan, dilihat secara jujur. Beliau ingin membumikan sila kelima dengan mengakui adanya kesenjangan. Dengan mengakui adanya masalah, berarti sebagian masalah tersebut sudah selesai," kata dia.

Kedua, lanjut Hendri, adanya semangat keberpihakan kepada masyarakat bawah atau termarginalkan dalam konsep Kiai Ma'ruf. Menurut dia, kebijakan pemerintah sebenarnya garis keberpihakan.

"Semangat keberpihakan sangat kental. Kalau sekarang kita mengakui dengan jujur terjadi kesenjangan, ada kelompok yang termarjinalkan, harus berani berikan strategi yang menunjukkan keberpihakan pemerintah. Tidak untuk mengurangi apa yang sudah dilakukan saat ini, tetapi mengurang kesenjangan," tandas dia.

Ketiga, kata Hendri, adanya semangat solusi di mana tidak menggantikan yang lama dengan yang baru, tetapi mencari terobosan baru untuk menyempurnakan solusi yang sudah ada.

"Ini artinya mencari terobosan dari yang ada sekarang menjadi lebih baik. Saya rasa kita tahu, terobosan itu sudah dilakukan oleh Pak Jokowi, seperti APBN lebih besar ke Indonesia Timur, memberikan kesempatan kepada arus bawah dengan sertifikasi tanah dan perhutanan sosial," pungkas dia.

Sementara Hartati Murdaya menilai titik tekan dari arus ekonomi baru Kiai Ma'ruf Amin adalah membangun ekonomi yang berkeadilan. Menurut dia, dengan pemikiran tersebut, diharapkan tidak ada manusia yang serakah, tetapi saling berbagi dalam membangun ekonomi Indonesia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon