ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Realisasi Program Rumah Swadaya 12,8 Persen

Selasa, 12 Juni 2012 | 20:10 WIB
IH
B
Ilustrasi
Ilustrasi (Antara)
Pihaknya meminta Komisi V DPR RI segera mengesahkan DIPA ini agar program rumah swadaya bergulir

Program rumah swadaya dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) baru terealisasi sebesar 12,8 persen dari target sebanyak 250.000 unit sepanjang tahun ini. Minimnya realisasi program tersebut dikarenakan belum disetujuinya daftar isian pelaksana anggaran (DIPA) Kemenpera oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).  

Deputi Perumahan Swadaya Kemenpera Jamil Anshari mengungkapkan, pihaknya meminta Komisi V DPR RI segera mengesahkan DIPA ini agar program rumah swadaya bergulir.

Jamil mengatakan sejauh ini ada sekitar 102.000 unit rumah swadaya yang telah lolos administrasi, sedangkan yang sudah diverifikasi di lapangan sekitar 60.000 unit.

“Tapi itu belum dapat jalan karena DIPA-nya belum disetujui,” ujar dia di kantornya, hari ini.  

Kendati demikian, sambungnya, dia meminta peran serta pemerintah daerah kabupaten/kota untuk membantu berjalannya program ini.

"Kami juga ajak pemda lain untuk melaksanakan kegiatan ini. Sebab, ini juga tanggung jawab pemda. Kami yakin pemda punya program rumah swadaya juga di daerah,” paparnya. 

Dia menambahkan, selama ini pemda belum serius menjalankan program ini rumah swadaya. Pemda hanya menunjuk koperasi untuk menjalankan program ini, sedangkan pemda hanya melihat saja.

"Akibatnya, dana ini tidak sampai penuh ke sasaran. Yang sampai hanya 20%," paparnya.
 
Pemerintah, lanjutnya, meminta pemda untuk mengawasi program rumah swadaya melalui satuan kerja pemerintah daerah (SKPD). Tiap SKPD diminta mengawasi 50-70 rumah dengan biaya operasional sebesar Rp225.000 tiap bulan.
 
Kemenpera menargetkan program rumah swadaya terealisasi untuk 250.000 unit rumah pada tahun ini. Sedangkan tahun 2013 dan 2014 masing-masing 500.000 unit.
 
Adapun anggaran yang disiapkan untuk program ini sebesar Rp1,6 triliun pada 2012. Tiap rumah mendapat bantuan sebesar Rp6 juta untuk peningkatan kualitas rumah dan Rp 11 juta untuk perbaikan rumah baru.  


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wamenkeu: Anggaran Harus Fleksibel, Jangan Cuma Pikirkan DIPA

Wamenkeu: Anggaran Harus Fleksibel, Jangan Cuma Pikirkan DIPA

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon