Singkawang Didorong Jadi KEK Pariwisata
Selasa, 19 Februari 2019 | 21:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendorong kota Singkawang di Kalimantan Barat untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Kota ini dinilai sangat potensial untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun asing.
"Pembangunan KEK memang tidak mudah, karena memerlukan feasibility study yang matang dan lahan yang relatif luas. Lahan untuk KEK minimal perlu 300 hektare, tapi KEK ini akan didukung penuh jika sudah ditetapkan. Ini juga agar tingkat pengembalian investasi dari bandara yang akan dibangun bisa dimaksimalkan dari KEK tersebut," kata Menpar di Jakarta, Selasa (19/2/2019).
Menpar mengungkapkan, pada Senin (18/2/2019), Menteri Perhubungan Budi Karya sudah melakukan peletakan batu pertama pembangunan bandara di Singkawang. Keberadaan bandara ini akan memudahkan wisatawan menjangkau Singkawang dengan waktu perjalanan lebih pendek.
Pentingnya untuk memberikan kemudahan dan alternatif akses perjalanan menuju destinasi wisata ini sangat menjadi konsen Menpar, mengingat jarak tempuh menuju Kota Singkawang dari Pontianak sendiri sejauh 150 km. Umumnya, wisatawan akan mempertimbangkan akses jalan jika jarak tempuhnya lebih dari 3 jam perjalanan darat.
"Pilihannya ada dua, membangun jalan tol atau membangun bandara. Untuk jalan tol dipastikan pembangunannya akan mahal dan perlu waktu lama. Tetapi, bila membangun bandara itu lebih cepat dengan perkiraan biaya sekitar Rp 1,3 triliun," terang dia.
Dari sisi atraksi, lanjut Menpar, festival Cap Go Meh bisa menjadi daya tarik utama kelas dunia bagi wisatawan yang berkunjung ke Singkawang. Meski, untuk mencapai destinasi internasional harus terlebih dahulu melalui proses kurasi secara profesional dari para koreografer, disainer, dan musisi berstandar nasional.
Sementara itu, acara puncak perayaan Cap Go Meh 2019 di Kota Singkawang, dibanjiri lebih dari 70.000 wisatawan yang datang dari berbagai tempat untuk menyaksikan salah satu event andalan dalam 100 Calender of Events Wonderful Indonesia 2019 itu. Festival ini diharapkan bisa memberikan dampak dari sisi nilai kreatif dan nilai komersial.
"Dari sisi nilai komersial, kedatangan banyak wisatawan akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat," kata dia.
Tercatat, festival Cap Go Meh tahun ini dihadiri sekitar 76.964 wisatawan baik dari wilayah domestik maupun mancanegara (wisman). Jumlah itu meningkat dari 2018 yang hanya sekitar 70 ribu wisatawan. Sebagian besar wisman yang berkunjung berasal dari Taiwan, Singapura, Australia, Malaysia, Hongkong, Macau, Thailand, dan Filipina.
Puluhan ribu wisatawan yang menyesaki jalan Diponegoro, Kota Singkawang, itu menanti arak-arakan 12 replika naga berukuran 20 meter dan 1.050 patung dalam rangkaian acara puncak Cap Go Meh 2019.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




