Lima Investor Besar Singapura Incar Bangka Belitung
Senin, 18 Juni 2012 | 11:47 WIB
Tiga dari lima calon investor asal Singapura tersebut bergerak di perhotelan
Lima investor berkelas Internasional dari Singapura berminat berinvestasi di Provinsi Bangka Belitung (Babel), pada sektor perhotelan dan perikanan dan kelautan yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan karena potensinya cukup besar.
"Tiga dari lima calon investor asal Singapura tersebut bergerak di perhotelan yaitu Caz Villa and Stable, World Ventures, Banama, sementara dua calon investor bidang perikanan dan kelautan yaitu Peninsula Reach dan Caudex Asia," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Babel, Zakaria di Pangkalpinang, hari ini.
Ia menjelaskan, tiga calon investor dibidang perhotelan akan membangun hotel-hotel megah berskala internasional di wilayah Babel yang memiliki enam kabupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang.
Sementara itu, dua calon investor lainnya akan membangun perusahaan pengolahan hasil laut seperti perikanan, rumput laut dan sebagainya, sehingga pengelolaan hasil laut akan lebih optimal dan bernilai tinggi.
"Kelima calon investor ini serius menjalin kerja sama dengan Babel karena pada Juli 2012 mereka akan melakukan survei wilayah-wilayah mana akan berpotensi untuk dikembangkan," ujarnya.
Menurut dia, potensi dibidang perhotelan di Babel cukup besar karena masih kurangnya hotel-hotel berbintang berskala internasional untuk melayani wisatawan domestik dan manca negara yang teruas meningkat sejak diluncurkan program 'Visit Babel Archi' 2010 dan berlanjut ditetapkannya provinsi itu sebagai daerah tujuan wisata (DTW) di Indonesia.
"Kunjungan wisatawan ke Babel cukup tinggi karena Babel merupakan wilayah kepulauan yang memiliki wisata bahari, sejarah dan buidaya serta ragam kuliner yang menjadi daya tarik untuk dinikmati," ujarnya.
Selain itu, potensi perikanan dan kelautan sangat tinggi dan berlimpah untuk dikembangkan, dikelola sehingga akan mempercepat pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
"Selama ini, pengelolaan perikanan masih dikelola secara tradisional, sehingga cadangan hasil laut sangat berlimpah untuk dikelola perusahaan tersebut," ujarnya.
Ia berharap, penjajakan kerja sama ini akan berjalan dengan baik, sehingga akan mempermudah pemerintah daerah dalam menekan pengangguran dan kemiskinan.
"Kami optimistis, kelima calon investor ini akan menanamkan modalnya di Babel karena keseriusan mereka menjajaki kerja sama dan masyarakat sikap yang 'welcome' akan mempermudah kelancaran penjajakan kerja sama ini," ujarnya.
Selain itu, kondisi keamanan di Babel yang kondusif sehingga calon investor tidak perlu cemas akan keamanan mereka dalam menjalankan perusahaannya," ujarnya.
Lima investor berkelas Internasional dari Singapura berminat berinvestasi di Provinsi Bangka Belitung (Babel), pada sektor perhotelan dan perikanan dan kelautan yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan karena potensinya cukup besar.
"Tiga dari lima calon investor asal Singapura tersebut bergerak di perhotelan yaitu Caz Villa and Stable, World Ventures, Banama, sementara dua calon investor bidang perikanan dan kelautan yaitu Peninsula Reach dan Caudex Asia," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Babel, Zakaria di Pangkalpinang, hari ini.
Ia menjelaskan, tiga calon investor dibidang perhotelan akan membangun hotel-hotel megah berskala internasional di wilayah Babel yang memiliki enam kabupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang.
Sementara itu, dua calon investor lainnya akan membangun perusahaan pengolahan hasil laut seperti perikanan, rumput laut dan sebagainya, sehingga pengelolaan hasil laut akan lebih optimal dan bernilai tinggi.
"Kelima calon investor ini serius menjalin kerja sama dengan Babel karena pada Juli 2012 mereka akan melakukan survei wilayah-wilayah mana akan berpotensi untuk dikembangkan," ujarnya.
Menurut dia, potensi dibidang perhotelan di Babel cukup besar karena masih kurangnya hotel-hotel berbintang berskala internasional untuk melayani wisatawan domestik dan manca negara yang teruas meningkat sejak diluncurkan program 'Visit Babel Archi' 2010 dan berlanjut ditetapkannya provinsi itu sebagai daerah tujuan wisata (DTW) di Indonesia.
"Kunjungan wisatawan ke Babel cukup tinggi karena Babel merupakan wilayah kepulauan yang memiliki wisata bahari, sejarah dan buidaya serta ragam kuliner yang menjadi daya tarik untuk dinikmati," ujarnya.
Selain itu, potensi perikanan dan kelautan sangat tinggi dan berlimpah untuk dikembangkan, dikelola sehingga akan mempercepat pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
"Selama ini, pengelolaan perikanan masih dikelola secara tradisional, sehingga cadangan hasil laut sangat berlimpah untuk dikelola perusahaan tersebut," ujarnya.
Ia berharap, penjajakan kerja sama ini akan berjalan dengan baik, sehingga akan mempermudah pemerintah daerah dalam menekan pengangguran dan kemiskinan.
"Kami optimistis, kelima calon investor ini akan menanamkan modalnya di Babel karena keseriusan mereka menjajaki kerja sama dan masyarakat sikap yang 'welcome' akan mempermudah kelancaran penjajakan kerja sama ini," ujarnya.
Selain itu, kondisi keamanan di Babel yang kondusif sehingga calon investor tidak perlu cemas akan keamanan mereka dalam menjalankan perusahaannya," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




