Tekan Kematian Ibu Melahirkan, Pemerintah Dorong Mobil Pedesaan

Tekan Kematian Ibu Melahirkan, Pemerintah Dorong Mobil Pedesaan
mobil pedesaan dengan teknologi Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes). ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 12 April 2019 | 18:19 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Kementerian Perindustrian (Kemperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika mendorong penggunaan mobil pedesaan dengan teknologi Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) di berbagai desa di Indonesia. Langkah ini untuk menekan tingginya jumlah kematian ibu melahirkan (jamilah). Menurut data World Health Organization (WHO), jumlah kematian ibu melahirkan pada 2016 menduduki peringkat kedua di ASEAN.

“Teknologi pada AMMDes sama dengan teknologi kendaraan 4 WD (wheels drive), sehingga memiliki kekuatan untuk menembus medan berat untuk mengantar ibu hamil ke rumah sakit terdekat. Jadi kita bisa bersama-sama mengurangi angka kematian ibu hamil,” kata Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan , Direktorat Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemperin, Putu Juli Ardika saat workshop & family gathering di Puncak, Bogor, Jumat (12/4/2019).

Putu Juli Ardika mengatakan, ketangguhan mesin AMMDes dan luasnya daya jelajah mampu mengurangi tingginya angka kematian ibu melahirkan. Bahkan salah satu Lembaga kesehatan internasional, United States Agency for International Development (USAID) juga berencana menggunakan sebagai ambulance feeder di wilayah-wilayah yang bermedan berat dan minim infrasuktur. "Fleksibilitas desain dan ketangguhan AMMDes dapat dimanfaatkan perangkat desa dan masyarakat untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan," kata Putu Juli Ardika.

Putu Juli Ardika mengatakan AMMDes juga dilengkapi sistem keamanan yang baik, karena keempat bannya dilengkapi disc brake dan mampu melaju hingga 55 km per jam. Kendaraan yang suku cadangnya didominasi pabrikan dalam negeri ini dilengkapi teknologi engine power take off (PTO), sehingga tidak mudah slip saat di medan licin.

Putu Juli Ardika mengungkpakan, AMMDes juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani di desa. Sifatnya yang multiguna membuat AMMDes memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki mobil pedesaan lainnya. "Melalui AMMDes, petani dapat menikmati hasil tanamnya dengan lebih baik," kata Putu Juli Ardika.

Mengacu riset Kemperin di Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat, rata-rata ongkos angkut hasil bumi ke kota sekitar Rp 1,7 juta per bulan. Hal itu disebabkan kecilnya ruang pengangkutan mengingat selama ini para petani menjual hasil taninya ke kota menggunakan sepeda motor.

Sehingga jarak pengangkutan jadi terlihat lebih jauh, karena petani harus bolak-balik mengantar dan menjemput kembali hasil taninya. Namun dengan menggunakan AMMDes, ongkos kirim menyusut menjadi Rp 900.000-an.



Sumber: BeritaSatu.com