Pekan Depan, Pembahasan RUU SDA Dilanjutkan Kembali
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Pekan Depan, Pembahasan RUU SDA Dilanjutkan Kembali

Rabu, 22 Mei 2019 | 21:41 WIB
Oleh : Eko Adityo Nugroho / HA

Jakarta, Beritasatu.com – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Sumber Daya Air (SDA) akan kembali dilanjutkan pada pekan depan. Pembahasan akan difokuskan pada daftar inventarisasi masalah (DIM) yang belum dibahas antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Rapat internal Komisi V pada 9 Mei lalu memutuskan untuk melanjutkan permbahasan Panja RUU SDA ini pada 27 Mei 2019. Kami upayakan akan menyelesaikannya pada masa persidangan tahun ini,” ungkap Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis saat dihubungi Investor Daily di Jakarta, Selasa (21/5).

Menurut dia, pembahasan aturan ini terus dilakukan baik antar pemerintah maupun antara pemerintah dan panitia kerja (panja) untuk mematangkan rancangan undang-undang ini. Berdasarkan hasil kesimpulan rapat kerja terakhir pada Juli 2018, telah disepakati bahwa DIM yang diusulkan tetap oleh pemerintah sebanyak 362 DIM.

“Namun itu dengan catatan, apabila ada hal-hal yang bersifat subtansial terkait materi yang dibahas, maka dapat dibahas atau disempurnakan kembali oleh Panja,” jelasnya.

Fary menuturkan, terdapat 604 DIM dalam RUU SDA yang harus dibahas oleh pemerintah maupun panitia kerja. Jumlah DIM itu termaktub dalam 15 bab dan 78 pasal. Dari jumlah itu, sebanyak 242 DIM perlu dilakukan reposisi, antara lain perlu ada perubahan redaksional 84 DIM, perubahan substansi 32 DIM, penambahan substansi baru 61 DIM, dan penghapusan 65 DIM.

“Saat ini Panja sudah membahas sebanyak 77 DIM, pembahasan terakhir adalah DIM 357 Pasal 45 huruf C,” tuturnya.

Dia menekankan, pembahasan RUU SDA ini harus berpatokan pada enam prinsip dasar keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Keenam prinsip tersebut adalah pertama pengusahaan air tidak boleh mengganggu, mengesampingkan, apalagi meniadakan hak rakyat atas air.

Kedua, negara harus memenuhi hak rakyat atas air. Ketiga, pengusahaan iar harus mengingat kelestarian lingkungan hidup. Keempat, sebagai cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak, pengusahaaan air harus dikuasai oleh negara.

Kelima, sebagai kelanjutan hak menguasai oleh negara, prioritas utama yang diberikan pengusahaan atas air adalah Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah. Terakhir, apabila setelah semua pembatasan tersebut di atas sudah terpenuhi dan ternyata masih ada ketersediaan air, pemerintah masih dimungkinkan untuk memberikan izin kepada usaha swasta untuk melakukan pengusahaan atas air dengan syarat-syarat tertentu dan ketat.

Anggota Panja RUU SDA Hamka Baco Kadi mengatakan, dasar pijakan RUU SDA adalah putusan MK No 85 PU 11/2013 yang menghapus UU No 7/2004 tentang Sumber Daya Air. Ia mengaku sudah ada perkembangan dalam pembahasan, meski beberapa DIM masih ada perbedaan pendapat terutama mengenai posisi AMDK.

"Ada yang meminta swasta bisa mengelola. Ini memang sesuai dengan putusan MK. Pemerintah masih dimungkinkan memberikan izin kepada swasta untuk melakukan usaha atas air dengan syarat tertentu," ujar Hamka.

Hamka menegaskan, prinsip revisi UU SDA adalah pentingnya pemenuhan hak utama atas air kepada rakyat. Dia mencontohkan, di London bahkan yang dihitung bukan hanya jumlah air yang dikonsumsi, tapi juga pembuangannya.

Pihaknya juga sudah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pengusaha AMDK untuk menjaring masukan, guna membedakan SPAM dan AMDK.

"Jadi mohon kesabarannya. Kita berharap sebelum periode DPR ini selesai, RUU SDA bisa rampung. Kemarin tersendat karena pemilu dan kita akan segera memulai kembali. Yakin bahwa enam poin hasil keputusan MK menjadi pijakan dan tidak boleh ditawar," tegas dia.

Sementara itu, Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen Agus Pambagio mengatakan, adalah tugas negara untuk memberikan air bersih kepada masyarakat. Masalah itu harus dibereskan oleh negara, supaya ke depan dalam jangka 10-15 tahun lagi tidak terjadi perang saudara karena merebutkan sumber daya air akibat pengelolaan yang tidak jelas.

"Yang paling penting adalah waktu sudah mendesak, tanggal 1 Oktober masa bakti DPR periode ini sudah selesai. Saya berharap dalam satu-dua kali sidang paripurna sebelum laporan pertanggungjawaban pemerintah pada 16 Agustus, RUU SDA sudah bisa disahkan," kata dia.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

BPOM Amankan Kemasan Pangan Tidak Memenuhi Syarat

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengamankan 170.119 kemasan produk pangan tidak memenuhi syarat.

EKONOMI | 22 Mei 2019

Antisipasi Kebutuhan Dana Tunai Lebaran, BTN Siapkan Rp 14,58 Triliun

Sebanyak Rp 4,37 triliun atau 30% dari dana yang disiapkan dialokasikan di 2.126 ATM Bank BTN, sedangkan 70% tersedia di kantor pelayanan.

EKONOMI | 22 Mei 2019

Chubb dan Airy Jalin Kerja Sama Asuransi Perjalanan

Kerja sama ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari peluncuran Chubb Trip Insurance-Flight.

EKONOMI | 22 Mei 2019

Semen Indonesia Bagi Dividen Rp 1,23 Triliun

Dividen tersebut setara dengan 40 persen dari laba bersih tahun 2018 yang tercatat Rp 3,08 triliun.

EKONOMI | 22 Mei 2019

Premium Green Energy PLN, Jawaban Kebutuhan Dunia

PLN menawarkan layanan Premium Renewable Energy sesuai kebutuhan pelanggan industri.

EKONOMI | 22 Mei 2019

Mark Dynamics Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu

Mark Dynamics Tbk (MARK) menggelar buka puasa bersama anak yatim piatu dari Panti Asuhan Putra Putri Yas Amal Sosial Aljamiyatul Washliyah di Deli Serdang, Suma

EKONOMI | 22 Mei 2019

RI-Belanda Kerja Sama Genjot Daya Saing Industri

Indonesia - Belanda kerja sama tingkatkan industri dan ekspor.

EKONOMI | 22 Mei 2019

Tangani Kecelakaan Kerja, BPJSTK Kerja Sama Omni Hospitals Pulomas

Rawat anggota BPJSTK, BPJSTK kerja sama Omni Hospitals Pulomas, Jaktim.

EKONOMI | 22 Mei 2019

Ramadan, Penjualan Minuman Ringan Wingsfood Naik 20%

Minuman teh siap saji memang disukai karena praktis dan langsung dihidangkan buat tamu.

EKONOMI | 22 Mei 2019

Rupiah Ditutup Melemah 45 Poin ke Rp 14.525

Rupiah berada di level Rp 14.525 per dolar AS atau terdepresiasi 45 poin (0,31 persen).

EKONOMI | 22 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS