Menhub Targetkan Runway 3 Soetta Beroperasi Agustus

Menhub Targetkan Runway 3 Soetta Beroperasi Agustus
Menteri Perhubungan saat meninjau pengerjaan proyek runway 3 Bandara Soekarno Hatta, Senin (15/4/2019). ( Foto: BeritaSatu Photo / Thresa Sandra Desfika )
Thresa Sandra Desfika / FMB Minggu, 21 Juli 2019 | 12:40 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang beroperasi paling lambat pada pertengahan Agustus 2019 dan diharapkan bisa menjadi kado hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2019.

Dia menjelaskan, progres pengerjaan konstruksi landasan tersebut untuk dimensi 2.500 x 40 meter (m) sudah tuntas 100 persen. Kementerian Perhubungan (Kemhub) juga melakukan proving flight dengan menggunakan pesawat kalibrasi atas runway 3 pada Minggu (21/7/2019).

"Ini tadi bukan penerbangan pertama tapi penerbangan tes untuk runway ini. Tadi pilotnya menyatakan clear, tidak ada masalah. Jadi secara teknis ini sudah bisa dipertanggungjawabkan untuk dioperasikan," kata Budi saat meninjau langsung runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan proving flight pada Minggu (21/7/2019).

Budi menambahkan, setelah pengujian landasan ini, pihaknya akan mematangkan persiapan pengoperasian runway 3 dengan tahap awal yang dioperasikan sepanjang 2.500 m. Nantinya, runway 3 akan beroperasi penuh dengan dimensi 3.000 x 60 m pada September atau Oktober 2019.

"Kita akan usulkan (kepada Presiden) paling lambat pertengahan Agustus bisa beroperasi. Sebenarnya sekarang bisa tetapi saya pikir lebih baik kita sempurnakan dengan mengoordinasikan dengan AirNav dan sebagainya beberapa hal yang minor. Kalau fisik sebenarnya sudah siap," imbuh Budi.

Dengan adanya runway 3, terang Budi, kapasitas sisi udara Bandara Soekarno-Hatta bertambah dari kondisi sekarang 81 pergerakan pesawat per jam menjadi 114 pergerakan pesawat per jam. "Sekarang kemampuan dari Bandara Soekarno-Hatta untuk 1 jam itu kira-kira 81 take off-landing. Dengan kapasitas itu, memang kita belum bisa membuat kecepatan (pelayanan) jadi lebih baik," sebut Budi Karya.

Lebih jauh, dia mengungkapkan, memang masih ada lahan untuk runway 3 ini yang masih dalam proses pembebasan.

"Ada pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) yang memberikan rekomendasi untuk urusan lahan. Menurut hemat saya, ini di sini benar-benar ganti untung. Karena pertama kali pembebasan tanah di sini saya. Dulu itu mungkin harga tanah masih di bawah Rp 100.000. Sekarang sudah tinggi, jadi masyarakat bisa pindah dengan apa yang didapatkan," jelas mantan direktur utama PT Angkasa Pura (AP) II itu.



Sumber: Investor Daily