Triwulan III, Neraca Pembayaran Defisit US$ 46 Juta
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Triwulan III, Neraca Pembayaran Defisit US$ 46 Juta

Jumat, 8 November 2019 | 12:05 WIB
Oleh : Aditya L Djono / ALD

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia mencatat, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2019 menunjukkan ketahanan eksternal ekonomi yang tetap terjaga. Di tengah kondisi ekonomi global yang melambat, NPI mengalami defisit US$ 46 juta, jauh lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya sebesar US$ 2 miliar.

Demikian keterangan pers Bank Indonesia, Jumat (8/11). Kondisi tersebut ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan yang membaik serta surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat. Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir September 2019 mencapai US$ 124,3 miliar, meningkat dari US$ 123,8 miliar. pada akhir Juni 2019. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 6,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.

Defisit neraca transaksi berjalan membaik didukung oleh menurunnya defisit neraca perdagangan migas di tengah surplus neraca perdagangan nonmigas yang stabil. Defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan III 2019 tercatat sebesar US$ 7,7 miliar (2,7% dari PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai US$ 8,2 miliar dolar AS (2,9% dari PDB).

Perbaikan kinerja neraca transaksi berjalan terutama ditopang oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan barang, sejalan dengan menurunnya defisit neraca perdagangan migas di tengah surplus neraca perdagangan nonmigas yang stabil. Membaiknya defisit neraca perdagangan migas dipengaruhi oleh impor migas yang menurun sejalan dengan dampak positif kebijakan pengendalian impor, misalnya program B20.

Sementara itu, surplus neraca perdagangan nonmigas tercatat stabil di tengah perekonomian dunia yang melambat dan harga komoditas ekspor Indonesia yang menurun. Defisit neraca transaksi berjalan yang membaik juga didukung oleh penurunan defisit neraca pendapatan primer akibat lebih rendahnya repatriasi dividen dan pembayaran bunga utang luar negeri.

Surplus transaksi modal dan finansial meningkat, mencerminkan masih tingginya keyakinan investor terhadap prospek perekonomian domestik. Surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan III 2019 tercatat sebesar US$ 7,6 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya sebesar US$ 6,5 miliar.

Peningkatan surplus transaksi modal dan finansial terutama didukung oleh membaiknya kinerja investasi portofolio, seiring meningkatnya aliran masuk modal asing pada aset keuangan domestik. Peningkatan surplus juga disebabkan oleh menurunnya defisit investasi lainnya yang dipengaruhi oleh lebih tingginya penarikan neto pinjaman luar negeri sektor swasta dan lebih rendahnya pembayaran neto pinjaman luar negeri pemerintah.

Ke depan, kinerja NPI diprakirakan tetap baik sehingga dapat terus menopang ketahanan sektor eksternal. Prospek NPI tersebut didukung oleh defisit transaksi berjalan 2019 dan 2020 yang diprakirakan tetap terkendali dalam kisaran 2,5%–3,0% PDB dan aliran masuk modal asing yang tetap besar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sesi I, IHSG Terkoreksi Tipis ke 6.162

Investor asing mencatat aksi jual sebesar Rp 261,19, dengan rincian beli Rp 1 triliun dan jual Rp 1,3 triliun.

EKONOMI | 8 November 2019

Rupiah Terdepresiasi ke Rp 14.012 Siang Ini

Rupiah berada di level Rp 14.012,5 per dolar AS atau terdepresiasi 15 poin (0,11 persen).

EKONOMI | 8 November 2019

Inovasi dan Pengembangan SDM Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pelambatan ekonomi dunia dan perang dagang AS-Tiongkok membuat realisasi investasi langsung dan pertumbuhan ekspor menurun.

EKONOMI | 8 November 2019

Era Digital, Perbankan Tidak Perlu Buka Cabang Baru

Investasi teknologi digital disebut lebih murah dibandingkan dengan investasi membuka kantor cabang baru yang membutuhkan karyawan di cabang.

EKONOMI | 8 November 2019

Kinerja Investasi Belum Dorong Penyerapan Tenaga Kerja

Pada triwulan III 2019, dengan total investasi yang masuk sebesar Rp 205,7 triliun hanya mampu menyerap tenaga kerja sebesa 212.600 orang.

EKONOMI | 8 November 2019

BNI dan Wika Masuk Radar Rekomendasi Valbury Hari Ini

Valbury Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan peluang melemah.

EKONOMI | 8 November 2019

Rupiah Terpantau Melemah ke Rp 14.024 Pagi Ini

Rupiah berada di level Rp 14.024 per dolar AS atau terdepresiasi 26,5 poin (0,19 persen).

EKONOMI | 8 November 2019

IHSG Dibuka Melemah Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,24 persen ke kisaran 6.150,95.

EKONOMI | 8 November 2019

Jelang Rilis Neraca Pembayaran, IHSG Diprediksi Melemah

Konsensus median Bloomberg memperkirakan defisit transaksi berjalan sebesar USD 7,1 miliar.

EKONOMI | 8 November 2019

Ketua BPK: Indonesia Harus Melangkah Maju ke Society 5.0

Pada SEABC 2019, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna menyatakan Indonesia harus melangkah maju ke masyarakat Society 5.0.

EKONOMI | 7 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS