Ekspor Langsung Pelindo IV Mampu Tingkatkan Devisa
Minggu, 22 Desember 2019 | 19:46 WIBMakassar, Beritasatu.com – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) mampu memberikan multiplier effect bagi pendapatan negara dari sisi devisa. Peningkatan tersebut ditopang dari pelayanan direct export dan direct call di pelabuhan wilayah kerja Pelindo IV.
Saat ini 80% ekspor melalui transportasi laut, sedangkan sisanya 20% melalui pesawat udara. Melalui direct export, perusahaan cargo menjadi efisien dalam hal biaya, waktu, mandatory Letter of Credit (LC) dan eskalasi kapal angkutan.
Dari sisi efisiensi waktu, memangkas waktu perjalanan ke Eropa dan Amerika Serikat dari 29 hari menjadi 14 hari, ke Tiongkok dari 24 hari menjadi 9 hari, ke Korea Selatan dari 26 hari menjadi 17 hari.
"Dengan rute baru direct ekspor, efisiensi biaya bisa dihemat hingga US$ 500 per kontainer," kata Direktur Utama Pelindo IV, Farid Padang.
Ia mengatakan itu saat menggelar Media Gathering di Makassar, Sabtu (21/12/2019) sebagaimana dalam siaran persnya. Kegiatan tersebut sebagai upaya mendekatkan diri kepada kalangan media massa.
Dalam kegiatan tersebut, Farid Padang, juga menyampaikan, pihaknya mendukung penuh langkah Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia, investasi, reformasi birokrasi dan penggunaan APBN yang efektif dan efisien.
Ia melanjutkan, mandatory LC mampu memangkas proses ekspor yang tadinya 30 hari menjadi 2 hari. Direct export juga meningkatkan eskalasi kapal ekspor, sebelumnya mengangkut 700 kontainer menjadi lebih dari 1.100 kontainer. Impor dan ekspor dari Terminal Petikemas Makassar mampu memberikan efek positif dilihat dari CAGR melalui pelabuhan lain.
CAGR impor pelabuhan lain mencapai 15,28% sedangkan ekspor 11,9% sehingga ada gap minus (-) 3,29%. Sedangkan melalui terminal MNP direct impor 19,5% dan direct ekspor mencapai 24,8% sehingga ada suprlus 5,24%. Menariknya, impor melalui MNP adalah bahan baku industri seperti keramik, mesin, spare part, biji plastik hingga pakan ternak sehingga ada proses hilirisasi.
"Direct expor mampu meningkatkan pendapatan daerah sekitar pelabuhan. Tadinya biaya ekspor masuk ke pelabuhan transit. Saat ini, masing-masing daerah pelabuhan direct export bisa turut menikmati pendapatan dari ekspor seperti pelabuhan Pantoloan, Ambon, Bitung, Sorong dan Jayapura," tambahnya.
Melalui pembangunan MNP tahap III, Pelindo IV merencanakan membangun kawasan industri berorientasi ekspor antara lain rumput laut menjadi jelly, pengolahan industri mineral menjadi produk baterai. Hilirisasi tersebut mampu meningkatkan nilai tambah hingga 30 kali lipat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




