Melantai di Bursa, Emiten Properti Ini Melonjak 35% di Awal Sesi
Rabu, 15 April 2020 | 10:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Emiten properti yang berbasis di Surabaya, PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) melakukan pencatatan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (15/4/2020).
Saat dibuka, saham berkode BBSS ini langsung menguat 40 poin (33,3 persen) mencapai Rp 160 per saham dari harga penawaran Rp 120 per saham. Hingga pukul 09.45 WIB, saham BBSS mengalami penghentian otomatis batas atas (autorejection) atas naik 42 poin (35 persen) mencapai Rp 162 er saham. Transaksi dibukukan sebesar 16,771 juta saham senilai Rp 2,64 miliar. Saham Bumi Benowo sempat menyentuh level terendah Rp 140 dan tertinggi Rp 162.
Listing hari ini menjadikan PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk sebagai perusahaan tercatat ke-25 di BEI tahun 2020 sekaligus menjadi perusahaan tercatat ke-690 di bursa sepanjang masa.
PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (initial public offering/IPO) sejumlah 1,3 miliar lembar saham baru atau setara dengan 27 persen dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan setelah IPO. Saham ditawarkan pada harga Rp 120 lembar, sehingga dana IPO yang terkumpul sebesar Rp 156 miliar. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi (lead underwriter)
Direktur Utama Bumi Benowo, Felix Soesanto, menyatakan rasa syukur di tengah kondisi global, maupun dalam negeri yang tidak kondusif akibat ancaman Covid-19, proses bookbuilding dan penawaran umum berjalan dengan lancar.
Selain itu, tingginya antusiasme masyarakat terhadap IPO perseroan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal dan prospek usaha perseroan. "Dengan hasil pooling nilai oversubcribe 25,44x," ujar Felix.
Perseroan mengalokasikan 88 persen dana IPO untuk membeli tanah seluas 58.719 m2 di Kebomas, Gresik, di Jawa Timur, yaitu senilai Rp 130,61 miliar dan sisanya untuk kebutuhan modal kerja pengembangan usaha.
Pembelian tanah yang akan dilakukan BBSS merupakan upaya menambah persediaan lahan (landbank) dan nantinya akan dibangun menjadi pengembangan area pergudangan. Pada 2019, perseroan menambah landbank sebanyak 6.683 m2 dan 2.250 m2 sehingga setelah IPO, maka total landbank milik perseroan menjadi sekitar 10 hektar.
Selain menerbitkan saham baru, perseroan juga menerbitkan 650.000 waran dengan rasio 2:1 sebagai pemanis (sweetener) bagi investor. Waran tersebut akan diterbitkan dengan harga Rp 200 dan dapat dieksekusi pemegang saham sejak Oktober 2020 sampai April 2021. Dalam penerbitan saham baru dan penawaran umum perdana itu, saham Bumi Benowo juga sudah mengantongi status sebagai saham syariah yang masuk Daftar Efek Syariah.
Per September 2019, perseroan memiliki aset senilai Rp 106,59 miliar yang terdiri dari aset lancar Rp 83,55 miliar dan aset tidak lancar Rp 23,04 miliar. Ekuitas Bumi Benowo tercatat Rp 102,1 miliar dan liabilitas Rp 4,49 miliar. Pada periode yang sama, perusahaan mencatatkan penjualan sebesar Rp 20,36 miliar dengan laba kotor 5,49 miliar dan laba bersihRp 3,94 miliar. Pendapatan tersebut naik 427,56 persen dari perolehan September 2018.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




