Pemprov Bali Gandeng Mbizmarket Kelola Pengadaan Barang dan Jasa

Pemprov Bali Gandeng Mbizmarket Kelola Pengadaan Barang dan Jasa
Chief Executive Officer (CEO) Mbiz, Rizal Paramarta (tengah), menandatangani perjanjian kerja sama pengelolaan barang dan jasa dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, yang dilakukan secara virtual melalui teleconference, Jumat (10/7/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Dok. Mbiz)
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 10 Juli 2020 | 10:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan mandat kepada Mbiz (PT Brilliant Ecommerce Berjaya) perusahaan penyedia platform digital untuk perdagangan barang dan jasa secara elektronik (e-marketplace) sebagai pengelola platform e-marketplace Mbizmarket untuk belanja atau pengadaan barang dan jasa kebutuhan Pemprov Bali.

Baca Juga: September, Bali Dibuka untuk Turis Asing

Kerja sama tersebut, direalisasikan dengan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Bali, Drs Dewa Made Indra MSi, dan Chief Executive Officer (CEO) Mbiz, Rizal Paramarta, yang dilakukan secara virtual melalui teleconference, Jumat (10/7/2020).

Penandatangan naskah perjanjian kerja sama ini, merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani oleh Gubernur Bali, Dr Ir Wayan Koster MM dan CEO Mbiz, Rizal Paramarta pada 3 Juni 2020.

Dewa Made Indra mengatakan, Pemprov Bali memilih Mbizmarket, platform yang dikelola Mbiz sebagai platform e-marketplace, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, serta transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa. Hal ini, merupakan upaya Pemprov Bali agar pelayanan ke publik bisa lebih mudah, cepat dan efisien.

"Terealisasinya kerja sama ini juga merupakan komitmen Pemprov Bali dan Mbiz untuk mendukung percepatan transformasi digital, sekaligus pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di provinsi Bali,” kata Dewa Made Indra.

Baca Juga: Mbizmarket Beri Solusi E-Procurement Bagi UMKM

Menurut Dewa Made Indra, pemberdayaan pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan pengadaan barang/jasa sebagai salah satu tujuan pengadaan, perlu diakomodir. Salah satunya, melalui pembangunan pasar secara elektronik untuk mendekatkan dan memudahkan transaksi antara pembeli dan penjual dalam satu platform untuk mendorong pertumbuhan dan kemandirian perekonomian daerah di era digitalisasi.

"Oleh karena itu, kami mengapresiasi kerja sama pemanfaatan platform e-marketplace Mbizmarket dalam upaya mendorong pengadaan barang/jasa pemerintah ke depan melalui digitalisasi untuk mewujudkan pengadaan barang jasa yang mudah, cepat, efesien dan akuntabel," tegasnya.

"Kami menaruh harapan besar platform e-marketplace Mbizmarket dapat menjadi solusi berbagai hambatan proses pengadaan barang/jasa pemerintah selama ini, dalam upaya mengurangi kerja adminsitratif yang kurang produktif dalam menunjang visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali era Baru," tandas Dewa Made Indra.

Sementara itu, CEO Mbiz, Rizal Paramarta menjelaskan, Mbiz menawarkan super ekosistem, untuk mendukung seluruh proses pengadaan secara elektronik (e-procurement), menggantikan pengadaan secara konvensional. Sebagai B2B (business to business) e-procurement integrator, di dalam ekosistem Mbizmarket, tergabung ribuan penjual dan lebih dari 200.000 produk yang terhubung dengan pembeli, yang terdiri dari perusahaan blue-chip, besar dan medium dari berbagai industri, termasuk pembeli dari organisasi pemerintah.

Baca Juga: Mbiz Dorong UMKM di Jatim Naik Kelas

"Sebagai super ekosistem, untuk mendukung kebutuhan pemenuhan transaksi, Mbizmarket terintegrasi dengan sistem jasa transportasi, distribusi dan pergudangan yang modern. Tidak hanya itu, kolaborasi Mbizmarket dengan institusi keuangan, akan mempermudah UMKM mengakses pembiayaan untuk mengembangkan usahanya," jelas Rizal Paramarta.

Rizal menambahkan, sejak Mbizmarket hadir pada 2019 sebagai solusi pengadaan digital untuk melayani pengadaan barang dan jasa perusahaan, dengan segmentasi SME (small medium enterprise) dan juga instansi pemerintah, kini telah lebih dari 4.000 penjual atau pemasok yang aktif di Mbizmarket, yang terdiri dari prinsipal, distributor hingga penyalur, termasuk UMKM di seluruh Indonesia.

"Kerja sama Pemprov Bali dan Mbiz ini, juga merupakan upaya untuk mendukung pemerintah untuk menuju Industri 4.0 di Indonesia, yaitu melalui pemberdayaan UMKM melalui teknologi," tandas Rizal Paramarta.



Sumber: BeritaSatu.com