ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelaku Parekraf Didorong Manfaatkan Program PEN

Selasa, 8 September 2020 | 20:53 WIB
EF
B
Penulis: Eva Fitriani | Editor: B1
Wisatawan domestik menggunakan masker saat liburan Iduladha di masa adaptasi kebiasaan baru tahap II di objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Sabtu 1 Agustus 2020.
Wisatawan domestik menggunakan masker saat liburan Iduladha di masa adaptasi kebiasaan baru tahap II di objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Sabtu 1 Agustus 2020. (Antara Foto)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) yang terdampak pandemi Covid-19 untuk memanfaatkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Program ini merupakan bentuk respons pemerintah untuk memulihkan kondisi perekonomian Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19.

"Kondisi perekonomian saat ini perlu dipulihkan, dan rasanya tidak ada negara manapun yang siap dengan kondisi Covid-19 ini. Namun, kita tetap harus berusaha untuk bisa terus survive dengan usaha kita masing-masing. Oleh karena itu, salah satu yang dilakukan pemerintah adalah program PEN dengan dana yang telah dikucurkan sebesar Rp 695,2 triliun," kata Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf, Hanifah Makarim dalam keterangan resminya, Selasa (8/9).

Dia menerangkan, tujuan program PEN adalah untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya. Dalam hal ini, Bank DKI diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk membantu penyaluran program PEN.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo menjelaskan, program PEN yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif adalah dalam bentuk pinjaman yang dapat diajukan melalui Bank DKI. "Bank DKI memiliki kewajiban untuk menyalurkannya dalam bentuk kredit yang bisa diakses oleh usaha kecil dan menengah (UKM). Namun, masalahnya ini membutuhkan kriteria salah satunya proses kurasi. Agar ini bisa tepat sasaran," ungkap dia.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Fajar menyebut, program PEN ini memerlukan sosialisasi yang tepat hingga kerja sama dengan para pelaku usaha yang baik agar dapat terealisasikan secara optimal. "Saya kira PEN ini adalah hal yang memerlukan sosialisasi, memerlukan kerja sama semua pihak untuk merealisasikan sesegera mungkin, karena restrukturisasi saja nggak cukup," kata dia.

Sementara itu, Pemimpin Grup Kredit UKM Bank DKI, Wahyudi Dwi Irawan menyampaikan bahwa program PEN yang ditempatkan di Bank DKI memiliki suku bunga terjangkau. "PEN ditempatkan di bank itu dengan suku bunga kecil yang bisa diakses UKM. Saat ini PEN kami salurkan dengan suku bunga 7%. Saat ini kami mendapatkan amanah untuk dalam 6 bulan ini harus menyalurkan kepada UKM," ujar dia. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon