ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Habis Lebaran, Konsumen Mulai Berburu Hunian Mewah

Jumat, 24 Agustus 2012 | 13:32 WIB
IH
B
Pengunjung memadati pameran
Pengunjung memadati pameran "BTN Property Expo" di Jakarta Convention Center, Jakarta. FOTO: ANTARA
Tingkat suku bunga yang rendah dan meningkatnya pendapatan masyarakat turut mendorong penyerapan properti mewah di sejumlah wilayah.

Rumah tapak (landed house) kelas atas diprediksi masih menjadi incaran masyarakat sepanjang semester II-2012.

Kondisi ini sudah terlihat sejak kuartal II-2012 dengan pertumbuhan penjualan tertinggi dibandingkan subsektor properti lainnya.

Andy K Natanael, Chief Operating Officer (COO) Urban Development PT Modernland Realty Tbk mengatakan, peminat rumah mewah tetap tinggi hingga tahun depan karena kondisi ekonomi yang stabil telah meningkatkan minat investasi.

"Banyak orang kaya lebih memilih untuk berinvestasi di sektor properti karena lebih aman dan menjanjikan keuntungan," ungkap Andy di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Andy, imbal hasil dari investasi properti lebih terjamin dibandingkan saham maupun valuta asing (valas).

Tingkat suku bunga yang rendah dan meningkatnya pendapatan masyarakat turut mendorong penyerapan properti mewah di sejumlah wilayah.

Penjualan rumah kelas atas di Kota Modern, Tangerang, misalnya, berhasil mencatat rekor yang bagus pada semester I-2012.

Proyek hunian klaster La Valetta, kata Andy, dapat terserap seluruhnya dalam waktu sekitar 3-4 bulan pemasaran.

"Kami melanjutkan dengan ruko La Valetta dan Costa Rica. Sekarang sudah sold out," tegas dia.

Lebih lanjut Andy memprediksikan, pasar residensial kelas atas masih memiliki kinerja yang cemerlang pada semester II-2012 karena ditopang situasi kondusif.

Selain itu, banyak pengembang mulai berlomba-lomba untuk memasarkan produk mewahnya hingga 2013 mendatang.

"Saya optimistis pasar kelas atas tetap memberikan keuntungan menarik bagi pengembang," jelas dia.

Andy menambahkan, pasar rumah tapak mewah yang booming tidak hanya berlokasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya namun juga di beberapa daerah luar Jawa.

"Saya melihat dan survei di Kalimantan dan Sulawesi, harga tanahnya juga meningkat. Di Panakukang, Makassar, ada yang harganya mencapai Rp 17 juta per m2. Ini potensi untuk pengembangan properti mewah," paparnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon