Garuda Indonesia Anggarkan Investasi Rp37,5 Triliun
Rabu, 29 Agustus 2012 | 15:18 WIB
Investasi ini tidak termasuk untuk rencana penambahan perbaikan fasilitas di luar Jakarta
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menganggarkan investasi pada 2012-2015 mencapai Rp37,5 triliun untuk memperkuat jaringan domestik.
"Namun, investasi ini tidak termasuk untuk rencana penambahan perbaikan fasilitas di luar Jakarta," kata Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar pada seminar Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition 2012, Jakarta, hari ini.
Emir menambahkan, Garuda sudah menunjuk Standard Chartered Securities Indonesia sebagai penasehat keuangan untuk pendanaan investasi tersebut. Adapun opsi pendanaannya adalah penerbitan obligasi berdenominasi dolar, rupiah, maupun penerbitan saham baru (rights issue).
Dana ini salah satunya untuk membuka lima hub yang berfungsi sebagai homebase Garuda, yang direncanakan berada di Jakarta, Medan, Makassar, Balikpapan, dan Denpasar. Hub Jakarta (Cengkareng) akan menjadi hub utama yang menghubungkan koridor 1 hingga 6.
"Dengan adanya enam hub ini, maka kami dapat melayani frekuensi penerbangan sekitar 1.000 per hari. Sekarang kita mendekati 390 penerbangan per hari," ujarnya.
Ia memaparkan hub Medan akan dibuka tahun depan. Hub ini menghubungkan hub 1 dan 2. Pesawat yang akan digunakan adalah pesawat Boeing 737-800 dan juga lima pesawat jenis CRJ.
"Hub Kalimantan dan Balikpapan akan menghubungkan koridor 1-4. Sementara itu, "hub" Denpasar akan ditingkatkan untuk melayani rute penerbangan internasional, selain Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. "Hub" Denpasar akan melayani koridor 2, 3, 4, dan 5.
Hub Makassar direncanakan akan ditambah sebanyak 60 rute, di mana Bandara Ujung Pandang akan terhubung dengan koridor yang lainnya.
"Kami berharap koneksi ini dapat meningkatkan perekonomian yang terjadi di koridor 1-6. Kami melihat ada pertumbuhan di penerbangan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia," imbuhnya.
Ia menambahkan Garuda menargetkan penumpang hingga 2015 sebanyak 45,4 juta penumpang (Garuda 29 juta penumpang dan Citilink 16,4 juta penumpang), dari tahun lalu 17,1 juta penumpang. Selain itu, Garuda juga akan memiliki pesawat pada periode yang sama sekiar 194 pesawat, dari saat ini 94 pesawat.
"Kami akan menggantikan pesawat dengan yang baru sejalan dengan pertumbuhan penumpang akan tetap ada dan harus ditangkap dengan hadirnya Citilink salah satu maskapai berbiaya rendah," paparnya.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menganggarkan investasi pada 2012-2015 mencapai Rp37,5 triliun untuk memperkuat jaringan domestik.
"Namun, investasi ini tidak termasuk untuk rencana penambahan perbaikan fasilitas di luar Jakarta," kata Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar pada seminar Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition 2012, Jakarta, hari ini.
Emir menambahkan, Garuda sudah menunjuk Standard Chartered Securities Indonesia sebagai penasehat keuangan untuk pendanaan investasi tersebut. Adapun opsi pendanaannya adalah penerbitan obligasi berdenominasi dolar, rupiah, maupun penerbitan saham baru (rights issue).
Dana ini salah satunya untuk membuka lima hub yang berfungsi sebagai homebase Garuda, yang direncanakan berada di Jakarta, Medan, Makassar, Balikpapan, dan Denpasar. Hub Jakarta (Cengkareng) akan menjadi hub utama yang menghubungkan koridor 1 hingga 6.
"Dengan adanya enam hub ini, maka kami dapat melayani frekuensi penerbangan sekitar 1.000 per hari. Sekarang kita mendekati 390 penerbangan per hari," ujarnya.
Ia memaparkan hub Medan akan dibuka tahun depan. Hub ini menghubungkan hub 1 dan 2. Pesawat yang akan digunakan adalah pesawat Boeing 737-800 dan juga lima pesawat jenis CRJ.
"Hub Kalimantan dan Balikpapan akan menghubungkan koridor 1-4. Sementara itu, "hub" Denpasar akan ditingkatkan untuk melayani rute penerbangan internasional, selain Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. "Hub" Denpasar akan melayani koridor 2, 3, 4, dan 5.
Hub Makassar direncanakan akan ditambah sebanyak 60 rute, di mana Bandara Ujung Pandang akan terhubung dengan koridor yang lainnya.
"Kami berharap koneksi ini dapat meningkatkan perekonomian yang terjadi di koridor 1-6. Kami melihat ada pertumbuhan di penerbangan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia," imbuhnya.
Ia menambahkan Garuda menargetkan penumpang hingga 2015 sebanyak 45,4 juta penumpang (Garuda 29 juta penumpang dan Citilink 16,4 juta penumpang), dari tahun lalu 17,1 juta penumpang. Selain itu, Garuda juga akan memiliki pesawat pada periode yang sama sekiar 194 pesawat, dari saat ini 94 pesawat.
"Kami akan menggantikan pesawat dengan yang baru sejalan dengan pertumbuhan penumpang akan tetap ada dan harus ditangkap dengan hadirnya Citilink salah satu maskapai berbiaya rendah," paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




