ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

DPR: Beban Bunga Utang Indonesia Mengkhawatirkan

Kamis, 30 Agustus 2012 | 11:36 WIB
AH
B
Penulis: Antara/ Ayyi Achmad Hidayah | Editor: B1
Pialang tengah memperhatikan monitor pergerakan pasar uang di dealing room.
Pialang tengah memperhatikan monitor pergerakan pasar uang di dealing room. (JG Photo/Safir Makki)
Beban bunga utang terus meningkat dan mencapai 10 persen dari total belanja pemerintah pusat

Anggota DPR dari Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam menilai beban pembayaran bunga utang dalam RAPBN 2013 mengkhawatirkan karena jumlahnya meningkat.

"Beban bunga utang terus meningkat dan mencapai 10 persen dari total belanja pemerintah pusat," ujar Ecky di Jakarta, hari ini.

Menurut dia, pembayaran bunga utang itu telah membebani anggaran negara dalam skala yang semakin mengkhawatirkan. Pembayaran bunga utang dalam RAPBN 2013 yang dianggarkan mencapai Rp113,2 triliun.

Ia mengungkapkan beban itu akan semakin besar jika ditambah dengan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri yang mencapai Rp58,4 triliun dan "refinancing" atas pelunasan surat berharga negara (SBN) yang netto-nya mencapai Rp159,6 triliun.

"Kami meminta agar ke depan penerbitan SBN netto tahun berjalan lebih rendah dari tahun sebelumnya. Hal ini agar utang negara turun tidak hanya sebagai persentase dari PDB, namun juga secara absolut sehingga akan menurunkan beban bunga utang secara progresif dari waktu ke waktu," ujarnya.

Lebih lanjut ia meminta pemerintah mengkaji berbagai opsi penyelesaian obligasi rekapitalisasi) yang masih memberikan beban pembayaran bunga yang signifikan saat ini. Ia menilai kinerja perbankan saat ini telah membaik setelah program rekapitalisasi beberapa tahun lalu.

Ia memperkirakan beban pembayaran bunga obligasi rekapitasliasi mencapai sekitar Rp8 triliun.

Ecky menambahkan penyelesaian obligasi rekapitalisasi selama ini sebenarnya tidak benar-benar menghilangkan beban terhadap APBN karena pemerintah hanya melakukan "refinancing" obligasi rekapitalisasi yang telah jatuh tempo dengan obligasi jenis baru.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Masuknya Investor Baru Dinilai Bisa Ringankan Beban Utang Whoosh

Masuknya Investor Baru Dinilai Bisa Ringankan Beban Utang Whoosh

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon