Prospek Ekonomi RI Positif Ditopang Pilpres AS dan Harga Komoditas
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Prospek Ekonomi RI Positif Ditopang Pilpres AS dan Harga Komoditas

Jumat, 13 November 2020 | 17:47 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi prospek ekonomi Indonesia termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan positif hingga akhir tahun 2020, dan tahun depan.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya, menilai hasil sementara Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) dan vaksin, membuat pandangan pelaku pasar keuangan terhadap prospek ekonomi berbalik menjadi positif dari sebelumnya negatif atau bahkan stagnan karena pandemi. "Faktor lain adalah harga komoditas nikel dan minyak sawit mentah (CPO)," kata dia saat memberikan keterangan pers secara virtual Jumat (13/11/2020).

Positifnya pandangan terhadap nikel dan CPO tersebut tertuang ke dalam saham-saham pilihan utama (stock picks) Mirae Asset untuk periode November 2020. Ada empat penghuni baru daftar stock picks Mirae Asset, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indoensia Tbk (BBRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Dengan demikian, stock picks Mirae memiliki bobot besar pada saham perbankan, barang konsumsi, dan komoditas (CPO dan nikel).

Menurut Hariynto, kenaikan harga nikel diprediksi akan didukung beberapa faktor. Pertama, program one belt one road (OBOR) Tiongkok yang masih berjalan dan akan mendorong permintaan nikel. Kedua, pengembangan kendaraan listrik juga dapat mengangkat minat pada nikel secara stabil. Ketiga, terpilihnya Joe Biden sebagai presiden AS yang ramah lingkungan diprediksi akan semakin menentukan tren penguatan permintaan sekaligus harga nikel ke depannya.

Dengan demikian, empat saham yang keluar dari deretan delapan saham pilihan Tim Riset Mirae Asset adalah PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT United Tractors Tbk
(UNTR). Adapun empat saham lain yang masih bertahan di jajaran stock picks itu adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Lalu, dua nama lainnya adalah PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). AALI dan LSIP adalah emiten produsen minyak sawit mentah (CPO).

Dia memprediksi harga CPO akan diuntungkan La Nina yang akan berlangsung hingga Januari 2021. "Curah hujan tinggi diprediksi akan menyulitkan pembuahan dan musim panen sawit, sehingga dapat mendorong terjadinya turunnya suplai dan mendongkrak harganya di pasaran," kata dia.

Faktor kedua adalah potensi melemahnya dolar AS sehingga menguntungkan komoditas ekspor seperti CPO. Pelemahan dolar akan dipicu melebarnya defisit fiskal Negeri Paman Sam. Siapa pun presidennya, diperkirakan suku bunga acuan tetap pada level rendah seperti sekarang. "Pelemahan dolar AS juga dapat didorong oleh membaiknya ekspektasi pelaku pasar keuangan global terhadap lebih tenangnya pemerintahan Biden, tidak agresif seperti halnya Donald Trump," kata dia.

Dia mengatakan, pelaku pasar tetap melihat masih ada harapan terhadap perbaikan kondisi ekonomi di Indonesia pada tahun depan. Dengan ekspektasi kondisi global akan lebih membaik, maka aset yang dianggap lebih aman ketika terjadi tekanan ekonomi (safe haven) seperti dolar AS dan emas akan melemah.

Faktor lain yang juga diperhitungkan oleh Tim Riset Mirae Asset adalah rekam jejak pergerakan indeks ketika terjadi resesi seperti sekarang. Tim Riset Mirae Asset menilai bahwa pasar saham masih dapat terus positif meskipun resesi telah terjadi karena masih adanya harapan membaiknya kondisi dunia.

Namun masih ada tetap ada risiko yaitu konsumsi yang diprediksi masih lemah tahun depan. Penyebab turunnya daya beli masyarakat adalah tidak dinaikkannya upah minimum regional (UMR) di mayoritas provinsi di Indonesia mengingat faktor Covid-19 yang masih melanda terutama di sisi pengusaha.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PGN SAKA Load Out Top Side Platform Lapangan Sidayu

Dalam upaya mencapai target penyelesaian pengembangan proyek Lapangan Sidayu, PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA), anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk

EKONOMI | 13 November 2020

Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Perlu Lebih Dipacu

Ekonomi tidak bisa berjalan tanpa daya dukung alam.

EKONOMI | 13 November 2020

Mulai Desember, AirAsia Buka 5 Rute Domestik Baru

Pembukaan rute-rute penerbangan ini demi memenuhi permintaan pelanggan di daerah

EKONOMI | 13 November 2020

PNBS dan BBRI Pimpin Daftar Saham Teraktif

PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) dengan frekuensi 32.784 kali.

EKONOMI | 13 November 2020

Pandemi, Darya-Varia Mampu Hasilkan Laba Rp 147,2 Miliar

Efisiensi beban serta pertumbuhan segmen bisnis consumer health ikut menopang kinerja keuangan perseroan.

EKONOMI | 13 November 2020

Bank Mandiri Syariah Luncurkan Tabungan Bisnis

Tabungan Bisnis diperuntukkan untuk menarik potensi nasabah dari kalangan pebisnis baik skala besar, menengah, kecil hingga mikro.

EKONOMI | 13 November 2020

KBI Ditunjuk Jadi Lembaga Kliring Pasar Fisik Emas Digital

Dengan transaksi yang tercatat di lembaga kliring, menjadi satu upaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

EKONOMI | 13 November 2020

Mata Uang Asia Menguat, Rupah Ditutup di Rp 14.170 per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.150- Rp 14.221 per dolar AS.

EKONOMI | 13 November 2020

Toba Pulp Lestari Terapkan Silvikultur 4.0 untuk Kegiatan Bisnis Berkelanjutan

Dengan menerapkan Silvikultur 4.0, Toba Pulp Lestari mampu mempertahankan target hingga 2,6 juta bibit eucalytus per bulan.

EKONOMI | 13 November 2020

Seharian Tertekan, IHSG Berhasil Ditutup di Zona Hijau

Sebanyak 198 saham menguat, 226 saham melemah, dan 178 saham stagnan.

EKONOMI | 13 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS