Prospek Ekonomi RI Positif Ditopang Pilpres AS dan Harga Komoditas
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Prospek Ekonomi RI Positif Ditopang Pilpres AS dan Harga Komoditas

Jumat, 13 November 2020 | 17:47 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi prospek ekonomi Indonesia termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan positif hingga akhir tahun 2020, dan tahun depan.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya, menilai hasil sementara Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) dan vaksin, membuat pandangan pelaku pasar keuangan terhadap prospek ekonomi berbalik menjadi positif dari sebelumnya negatif atau bahkan stagnan karena pandemi. "Faktor lain adalah harga komoditas nikel dan minyak sawit mentah (CPO)," kata dia saat memberikan keterangan pers secara virtual Jumat (13/11/2020).

Positifnya pandangan terhadap nikel dan CPO tersebut tertuang ke dalam saham-saham pilihan utama (stock picks) Mirae Asset untuk periode November 2020. Ada empat penghuni baru daftar stock picks Mirae Asset, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indoensia Tbk (BBRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Dengan demikian, stock picks Mirae memiliki bobot besar pada saham perbankan, barang konsumsi, dan komoditas (CPO dan nikel).

Menurut Hariynto, kenaikan harga nikel diprediksi akan didukung beberapa faktor. Pertama, program one belt one road (OBOR) Tiongkok yang masih berjalan dan akan mendorong permintaan nikel. Kedua, pengembangan kendaraan listrik juga dapat mengangkat minat pada nikel secara stabil. Ketiga, terpilihnya Joe Biden sebagai presiden AS yang ramah lingkungan diprediksi akan semakin menentukan tren penguatan permintaan sekaligus harga nikel ke depannya.

Dengan demikian, empat saham yang keluar dari deretan delapan saham pilihan Tim Riset Mirae Asset adalah PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT United Tractors Tbk
(UNTR). Adapun empat saham lain yang masih bertahan di jajaran stock picks itu adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Lalu, dua nama lainnya adalah PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). AALI dan LSIP adalah emiten produsen minyak sawit mentah (CPO).

Dia memprediksi harga CPO akan diuntungkan La Nina yang akan berlangsung hingga Januari 2021. "Curah hujan tinggi diprediksi akan menyulitkan pembuahan dan musim panen sawit, sehingga dapat mendorong terjadinya turunnya suplai dan mendongkrak harganya di pasaran," kata dia.

Faktor kedua adalah potensi melemahnya dolar AS sehingga menguntungkan komoditas ekspor seperti CPO. Pelemahan dolar akan dipicu melebarnya defisit fiskal Negeri Paman Sam. Siapa pun presidennya, diperkirakan suku bunga acuan tetap pada level rendah seperti sekarang. "Pelemahan dolar AS juga dapat didorong oleh membaiknya ekspektasi pelaku pasar keuangan global terhadap lebih tenangnya pemerintahan Biden, tidak agresif seperti halnya Donald Trump," kata dia.

Dia mengatakan, pelaku pasar tetap melihat masih ada harapan terhadap perbaikan kondisi ekonomi di Indonesia pada tahun depan. Dengan ekspektasi kondisi global akan lebih membaik, maka aset yang dianggap lebih aman ketika terjadi tekanan ekonomi (safe haven) seperti dolar AS dan emas akan melemah.

Faktor lain yang juga diperhitungkan oleh Tim Riset Mirae Asset adalah rekam jejak pergerakan indeks ketika terjadi resesi seperti sekarang. Tim Riset Mirae Asset menilai bahwa pasar saham masih dapat terus positif meskipun resesi telah terjadi karena masih adanya harapan membaiknya kondisi dunia.

Namun masih ada tetap ada risiko yaitu konsumsi yang diprediksi masih lemah tahun depan. Penyebab turunnya daya beli masyarakat adalah tidak dinaikkannya upah minimum regional (UMR) di mayoritas provinsi di Indonesia mengingat faktor Covid-19 yang masih melanda terutama di sisi pengusaha.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ini Empat Tips Jitu Buat Menabung Jadi Mudah

Dengan menabung, masyarakat memiliki dana darurat yang bisa dipakai saat sedang dibutuhkan.

EKONOMI | 16 September 2021

Start-Up Jangan Tunggu Besar untuk Go Public

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menggodok revisi Peraturan BEI Nomor 1-A sebagai upaya mendorong startup untuk IPO.

EKONOMI | 16 September 2021

BRI Paling Aktif Saat IHSG Menguat 0,67%

BBRI turun 0,55%, ANTM melemah 3,21%, BBCA terangkat 0,08%, AGRO menguat 6,96%, dan ARTO naik 0,68%.

EKONOMI | 16 September 2021

BCA Diburu Asing Saat IHSG Melemah Ke Level 6,109,94

Harga BBCA naik 0,08%, BBRI melemah 0,55%, BUKA turun 1,72%, ASSA terangkat 7,19%, dan BMRI meningkat 0,41%.

EKONOMI | 16 September 2021

IHSG Melemah ke Level 6,109,94, Saham Dharma Samudera Untung 34,21%

Harga DSFI menguat 34,21%, TRUE naik 24,81%, KOTA meningkat 14,29%, ARKA melonjak 10,45%, dan MINA terangkat 10%.

EKONOMI | 16 September 2021

Salurkan KUR Rp 2,42 Miliar, OJK-LJK Jatim Dukung UMKM Bangkit dari Pandemi

OJK Regional 4 Jawa Timur bersama industri jasa keuangan berkomiten mendukung pemulihan ekonomi Jatim lewat penyaluran Kredit Usaha Rakayat (KUR).

EKONOMI | 16 September 2021

Kempupera Optimistis Bendungan Margatiga Selesai Akhir 2021

Bendungan Margatiga merupakan salah satu dari 13 bendungan yang akan diselesaikan 2021.

EKONOMI | 16 September 2021

AAEI: Investor Lokal Overestimate, IHSG Sulit Capai Level Tertinggi

Penasihat AAEI Edwin Sebayang memproyeksikan pada akhir 2021 tidak akan bisa mencapai level tertinggi yang pernah dicapai di level 6.600 poin.

EKONOMI | 16 September 2021

AAEI: Peningkatan Aksi Rights Issue Didorong Emiten Bank

Dari data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga September 2021, tercatat ada 22 perusahaan yang melakukan rights issue dengan total nilai Rp 109,73 triliun.

EKONOMI | 16 September 2021



TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Cristiano Ronaldo


# Kebakaran Lapas Tangerang


# Anies Baswedan


# Rimbun Air



TERKINI
Ini Empat Tips Jitu Buat Menabung Jadi Mudah

Ini Empat Tips Jitu Buat Menabung Jadi Mudah

EKONOMI | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings