ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Utang Lunas, BEI Cabut Suspensi Bakrie Telecom

Rabu, 5 September 2012 | 12:12 WIB
MM
B
Penulis: Moh. Said Mashur | Editor: B1
Statistik IHSG
Statistik IHSG (JG/Photo)
Kelompok usaha Bakrie dibidang telekomounikasi ini sudah membayar kewajiban pokok dan bunga obligasi.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperdagangkan penghentian sementara (suspsensi) saham dan obligasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).

Kelompok usaha Bakrie dibidang telekomounikasi ini sudah membayar kewajiban pokok dan bunga obligasi.

"Pembukaan saham BTEL terhitung sesi I perdagangan Rabu (5/9) di seluruh pasar," kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Surat Utang Saptono Adi Junarso, dalam situs resmi BEI, hari ini.

Saptono mengungkapkan, BEI meminta pihak-pihak yang berkepentingan selalu memperhatikan setiap keterbukaan informasi terkait dengan BTEL.

BEI kemarin (4/9) mensuspensi saham BTEL dengan merujuk surat yang dikirimkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ke BEI.

Dijelaskan, salah satu usaha Grup Bakrie itu belum melakukan pembayaran pokok dan bunga obligasi ke-20 untuk obligasi BTEL I tahun 2007 yang jatuh tempo pada hari ini 4 September 2012. Sampai tanggal 3 September belum ada pembayaran.

Pada hari Jumat lalu (31 Agustus 2012), perseroan memang telah membayar Rp250 miliar kepada pemegang obligasi BTEL beserta bunganya senilai Rp19,3 miliar melalui rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Sementara sisanya sebesar Rp400 miliar lagi akan disetorkan oleh kreditur perseroan langsung kepada pemegang obligasi melalui rekening KSEI pada saat jatuh tempo, Selasa, 4 September 2012.

Dalam pernyataan sebelumnya, manajemen BTEL menyebutkan akan menyelesaikan sisa pembayaran Rp400 miliar pada Senin sore, 3 September 2012, atau sehari sebelum jatuh tempo. Namun, pada saat bersamaan bursa saham New York tutup hari Senin kemarin dikarenakan libur hari besar nasional, sehingga kreditur tidak bisa melakukan transaksi. Akibatnya, pembayaran baru bisa dilakukan pada Selasa, 4 September 2012, bersamaan dengan jatuh tempo.

Mengenai hal ini Corporate Secretary BTEL Harry Prabowo menegaskan, pembayaran sisa pokok Obligasi sebesar Rp400 miliar akan disetorkan oleh Credit Suisse ke ke rekening KSEI. Saat ini proses transfer dari rekening Credit Suisse ke rekening KSEI sudah berjalan. "Diharapkan dana tersebut telah diterima di rekening KSEI pada tanggal 5 September 2012," kata Harry.

Belum lama ini, Bakrie Telecom mendapat pinjaman sebesar US$50 juta dari Credit Suisse untuk melunasi Obligasi BTEL I Tahun 2007 senilai Rp650 miliar. Pinjaman bertenor 18 bulan itu berbunga 11,5 persen.

Bakrie Telecom juga mendapat tambahan dana segar dari PT Bakrie Global Ventura (BGV) sebesar Rp 407 miliar. Dana tersebut diperoleh seiring rampungnya penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non- HMETD). BGV telah menyerap seluruh saham baru yang diterbitkan oleh Bakrie Telecom.

Bakrie Telecom telah menerbitkan 1,54 miliar saham baru. BGV mengambil seluruh saham itu pada harga Rp265 per saham. Dengan demikian, BGV mengantongi 6,87 persen saham Bakrie Telecom. Sebelumnya, BGV menyerap 566,03 juta saham baru Bakrie Telecom. BGV yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan perseroan menghabiskan dana sebesar Rp150 miliar. BGV membeli saham baru Bakrie Telecom pada harga Rp265 per saham. Dengan pembelian itu, BGV memperoleh 1,95 persen saham Bakrie Telecom.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon