ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertumbuhan Investor Saham Syariah 75% Per Tahun

Senin, 7 Desember 2020 | 12:51 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Talkshow dalam rangkaian peluncuran nama dan logo baru dari PT Danareksa Sekuritas menjadi PT BRI Danareksa Sekuritas secara virtual Senin (7/12/2020).
Talkshow dalam rangkaian peluncuran nama dan logo baru dari PT Danareksa Sekuritas menjadi PT BRI Danareksa Sekuritas secara virtual Senin (7/12/2020). (Beritasatu Photo/Whisnu Bagus)

Jakarta, Beritasatu.com - Selama enam tahun, sejak 2015 hingga Oktober 2020, jumlah investor saham syariah meningkat pesat. Selama periode tersebut, jumlah investor syariah tumbuh dari 4.908 investor pada tahun 2015 menjadi 81.413 investor per Oktober 2020, atau dengan rata-rata tingkat pertumbuhan (CAGR) sebesar 75% per tahun.

"Di tengah pandemi Covid-19 ini, jumlah investor saham syariah di BEI hingga Oktober 2020 mencapai 81.413 investor, atau bertambah 12.814 pemodal (18,68%) dibandingkan sebanyak 68.599 investor pada 2019," kata Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Friderica Widyasari Dewi, di sela peluncuran nama dan logo baru dari PT Danareksa Sekuritas menjadi PT BRI Danareksa Sekuritas secara virtual Senin (7/12/2020).

Akumulasi transaksi investor syariah juga meningkat signifikan. Per Oktober 2020, nilai transaksi harian saham syariah mencapai Rp 4,2 triliun dan frekuensi sebesar 395.000 kali per hari. Di tengah pandemi Covid-19, nilai kapitalisasi pasar saham syariah mencapai Rp 3.062 triliun atau 51,4% dari total kapitalisasi pasar saham Indonesia sebesar Rp 5.958 triliun. Data IDX Islamic menunjukkan, pertumbuhan pasar saham syariah tersebut didukung peningkatan pemahaman masyarakat Indonesia terhadap investasi saham berbasis syariah.

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan jumlah saham syariah juga memicu ketertarikan pemodal berinvestasi. Selama 10 tahun sejak 2011 sampai Oktober 2020, jumlah saham syariah meningkat sebesar 90,3% menjadi 451 saham dibandingkan 237 saham pada tahun 2011. Hingga Oktober 2020, jumlah saham syariah yang tercatat di BEI sebanyak 451 saham atau 63,61% dari total efek yang dicatatkan sebanyak 709 saham.

Berdasarkan demografi per September 2020, jumlah investor syariah masih terkonsentrasi di pulau Jawa sekitar 65% dan di pulau Sumatera 19%. "Pasar syariah masih memiliki ruang yang sangat besar untuk berkembang. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi muslim terbesar dunia. Saat ini kita berada di peringkat ke-4 dunia dalam Indikator Ekonomi Syariah Dunia setelah Malaysia, Saudi Arabia dan UAE," kata Friderica.

Indonesia juga masuk top 10 di setiap sektor ekonomi syariah seperti peringkat 4 di sektor Halal Food dan peringkat 6 di sektor Islamic Finance.

Ganti Logo dan Ubah Nama
Dalam kesempatan yang sama PT Danareksa Sekuritas resmi mengubah nama menjadi PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), sekaligus mengubah logo. Pada kesempatan tersebut, Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan keynote speech secara daring. Ma'ruf menyampaikan pentingnya peran investasi syariah dalam memajukan perekonomian Indonesia. "Selain itu, bagaimana momentum investasi syariah pada perbaikan ekonomi Indonesia pasca pandemi," kata dia.

Langkah ini dilakukan setelah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengakuisisi 67% saham Danareksa Sekuritas. Dengan akuisisi ini, akan memberikan banyak peluang bagi kedua belah pihak terutama bagi BRIDS mengingat dengan jaringan distribusi luas yang dimiliki BRI, menjadi sarana mempermudah perkembangan dan literasi pasar modal yang dapat dilakukan BRIDS.

Pada kesempatan yang sama, BRI Danareksa Sekuritas juga menambah layanan untuk investasi saham dengan meluncurkan ‘Sistem Online Trading Syariah’ (SOTS) terbaru guna mengakomodasi transaksi nasabah atas pilihan saham-saham syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pengembangan sistem online trading syariah ini diharapkan mampu menambah basis investor syariah di Indonesia. "D’ONE Syariah merupakan platform online trading terbaru dari BRI Danareksa Sekuritas, yang dirancang khusus untuk memenuhi tidak hanya kebutuhan nasabah akan fasilitas trading online yang reliable, tetapi juga memenuhi kaidah hukum syariah," kata Friderica.

Lebih lanjut Friderica menambahkan, D’ONE Syariah juga memudahkan investor mendapatkan keuntungan dari perdagangan saham tanpa rasa khawatir akibat menyalahi prinsip syariah. Adapun beberapa fitur yang sudah disesuaikan dengan prinsip syariah di antaranya running trade yang hanya menampilkan saham syariah, dan fitur otomatis untuk tidak dapat melakukan pembelian saham di luar saham syariah, serta fitur otomatis untuk tidak dapat melakukan pembelian tanpa ketersediaan dana.

Tahun ini, BRI Danareksa Sekuritas juga mendapatkan mandat untuk mengakuisisi rekening efek pegawai Grup BRI dan nasabah ritel BRI. Dalam menghadirkan layanan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menggandeng Bank BRI sebagai bank penyedia RDN untuk menyimpan dana milik investor dengan aman. Pemilihan Bank BRI sebagai Bank penyedia RDN dikarenakan keunggulan Bank BRI sebagai salah satu Bank Administrator RDN yang menggunakan Application Programing Interface (API) untuk pembukaan RDN secara online.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon