Mendag: Pameran Dagang Virtual Jadi Terobosan untuk Kerek Ekspor
Rabu, 9 Desember 2020 | 19:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Kristamedia Pratama menggelar pameran dagang virtual bertajuk Eastfood Indonesia dan Seafood Show Expo, Indo Licensing Expo, Virtual Refritech Expo pada 8-13 Desember 2020. Pameran dagang untuk produk makanan olahan tersebut, diharapkan dapat mempromosikan dan meningkatkan ekspor Indonesia.
Dalam pembukaan pameran, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyampaikan bahwa pameran virtual merupakan terobosan dalam mengerek ekspor dan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Dengan pameran virtual, pelaku usaha dapat tetap menunjukkan eksistensi, mempromosikan, dan memasarkan produk baik kepada pembeli di dalam maupun di luar negeri.
"Pameran virtual ini merupakan terobosan untuk mendorong keberlanjutan dan peningkatan promosi produk Indonesia ke pasar global di masa pandemi. Diharapkan pameran virtual ini akan menjadi momentum bangkitnya geliat promosi dan ekspor produk Indonesia," kata Agus, Selasa (8/12/2020).
Agus juga menyampaikan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, para pelaku usaha, maupun pihak swasta lainnya untuk mempertahankan dan meningkatkan ekspor Indonesia.
"Contohnya, penetrasi pasar melalui berbagai perundingan perjanjian perdagangan dan pengembangan pasar dengan kegiatan promosi. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga menggelar Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition pada 10-16 November 2020 yang berhasil mencatatkan transaksi sebesar US$ 689,2 juta," kata Agus.
Mendag mengapresiasi PT Kristamedia Pratama selaku penyelenggara yang telah mendukung upaya pemerintah pusat dalam peningkatan ekspor. "Perusahaan ini juga telah menginisiasi dan bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini bersama pihak terkait lainnya," imbuh dia.
Di tengah perlambatan ekonomi dan perdagangan global yang diakibatkan pandemi Covid-19, neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Oktober 2020 masih tercatat surplus sebesar US$ 17,08 miliar. Pada Januari-September 2020, ekspor makanan olahan Indonesia mencapai US$ 3,1 miliar atau naik 3,6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Ekspor tersebut didominasi oleh udang, wafer, dan kopi instan dengan pangsa masing-masing sebesar 10,7%, 7,2%, dan 7,1%. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor makanan olahan Indonesia yang mengalami peningkatan signifikan yaitu bahan kopi instan yang naik 93% yoy, udang naik 57%, dan bahan makanan lainnya naik 51,6%.
Negara utama tujuan ekspor makanan olahan Indonesia antara lain Amerika Serikat, Filipina, dan Malaysia dengan pangsa masing-masing 21,2%, 14,7%, dan 7,4%. Pada periode tersebut, negara tujuan ekspor makanan olahan Indonesia yang mengalami peningkatan signifikan antara lain Amerika Serikat yang naik 25,3% YoY, Malaysia naik 23,2%, dan Thailand naik 22,7%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




