Distribusi Vaksin Covid-19 Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi di 2021
Jumat, 15 Januari 2021 | 13:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI), Pandu Patria Sjahrir menyampaikan, distribusi vaksin Covid-19 penting untuk diperhatikan. Pasalnya, distribusi vaksin yang baik akan menjadi faktor kunci dalam pemulihan ekonomi nasional.
"Ada beberapa hal yang harus diperhatikan di 2021, bagaimana nanti soal Covid-19, soal vaksin, bagaimana nanti soal logistik, saya takut bisa enggak kita dalam 9 bulan ke depan 150 juta orang di Jawa dan di daerah sekitar mendapatkan vaksinasi Covid-19," ujar Pandu dalam video Hidden Master Episode 02 Mirae Asset Sekuritas, yang diakses Beritasatu.com, Jumat (15/1/2020).
Presiden Komisaris SEA Group Indonesia ini menjelaskan, distribusi vaksin Covid-19 harus dikomunikasikan dengan baik dan disentralisasi melalui Badan Usaha Milik Negara(BUMN). Selain itu, lanjutnya, diutamakan vaksin harus bisa terjangkau untuk seluruh masyarakat Indonesia.
"Karena ini penting sekali, karena yang membuat seperti ini kan health crisis yang berubah menjadi economic crisis, jadi nomor satu itu dulu, kesehatan, baru nomor dua penciptaan lapangan pekerjaan," ucapnya.
Setelah distribusi vaksin, kata Pandu, bagaimana lapangan pekerjaan diciptakan beriringan dengan distribusi bantuan sosial (Bansos) yang merata. Menurutnya, pemerintah harus memastikan Bank Himbara dapat membantu perusahaan dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) untuk memulihkan kondisi perekonomiannya.
"Bank Himbara membantu dari sisi loan keringanan yang perusahaannya utang, dan juga UMKM bagaimana kita bisa mengucurkan dana agar mereka bisa bergerak, itu menurut saya sama pentingnya," tegasnya.
Sementara, lanjut Pandu, yang tidak kalah pentingnya adalah, bagaimana pemerintah harus rajin berkomunikasi ke luar dan ke dalam negeri untuk menarik investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. "Kalau perlu hire PR (public relation) baik dalam maupun luar negeri, menyampaikan what is Indonesia doing secara positif," imbuhnya.
Semua hal tersebut penting untuk dilakukan karena menurut Pandu, saat ini Indonesia terlalu pemalu sebagai negara sehingga harus lebih percaya diri lagi dalam mempromosikan apa yang sedang dilakukan oleh pemerintah secara positif. Sebab, banyak investor asing yang belum mengetahui Indonesia kini telah berkembang perekonomiannya.
"Kita bertemu hampir lebih dari 40 investor dunia dan sebagian besar positif karena mereka kaget Indonesia sudah seperti ini. Jadi itu yang perlu kita lakukan, tingkatkan komunikasi lebih baik ke depannya," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




