Bongkar Muat Peti Kemas Pelindo I Tumbuh 6,35%
Jumat, 22 Januari 2021 | 17:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah pandemi Covid-19, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I sepanjang 2020 mencatat kenaikan bongkar muat peti kemas sebesar 6,35% dari 1,33 juta TEUs (twenty-foot equivalent unit) pada 2019 menjadi 1,42 juta TEUs pada 2020. Peningkatan bongkar muat peti kemas ini lebih banyak didorong perdagangan domestik.
Direktur Utama Pelindo 1 Dani Rusli Utama mengatakan, hal ini dicapai berkat sejumlah strategi Pelindo I antara lain mendorong investasi di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, mempercepat inovasi dan implementasi digital, serta meningkatkan kolaborasi dan partnership. Pelindo I melayani bongkar muat peti kemas di wilayah Belawan, Kuala Tanjung, Dumai, Pekanbaru, Tanjungpinang, Sibolga, Lhokseumawe, Malahayati, Gunungsitoli, dan Tanjung Balai Karimun.
Di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan yang merupakan terminal petikemas terbesar milik Pelindo I mencatat bongkar muat peti kemas di terminal domestik 575.300 TEUs, naik 7,85% dibandingkan tahun 2019 sebesar 533.406 TEUs. Adapun bongkar muat peti kemas untuk tujuan ekspor-impor sebesar 557.983 TEUs, relatif stabil dibandingkan tahun 2019.
"Peningkatan signifkan terjadi di Pelabuhan Kuala Tanjung, dengan pertumbuhan bongkar muat 125%. Sementara kontribusi terbesar disumbang Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan, dengan porsi 80% dari total bongkar muat peti kemas Pelindo I," katanya dalam siaran pers, Jumat (22/1/2021).
Dani menjelaskan, salah satu strategi untuk mendongkrak kinerja 2020 adalah berinvestasi dan membangun infrastruktur. Pelindo I terus mengembangkan pelabuhan dan kawasan industri Kuala Tanjung. Pengembangan tahap 1 telah selesai melalui pembangunan dan pengoperasian Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) dengan panjang dermaga 500 x 60 meter serta kapasitas peti kemas 600.000 TEUs dan tangki timbun CPO 100.000 Metric Ton.
KTMT memiliki fasilitas kelas dunia dengan draf dermaga mencapai 16-17 meter LWS (low water spring) sehingga bisa melayani kapal raksasa sejenis very large container carrier (VLCC) dan mother vessel container. Tak heran, pada 2020, semakin banyak kapal-kapal besar yang singgah di Pelabuhan Kuala Tanjung. "Kondisi ini mendorong kenaikan kunjungan (traffic) kapal dari sisi kapasitas muat atau gross tonnage (GT) hingga 22%," sebutnya.
Selain itu, Pelindo I telah menyelesaikan pembangunan TPK Belawan Fase 2 yang memiliki panjang dermaga 350 meter dan dilengkapi peralatan bongkar muat modern seperti 4 unit ship to shore (STS) crane, 12 unit automatic rubber tyred gantry (ARTG), dan 20 terminal tractor dengan container yard seluas 350 x 306 meter untuk mendukung aktivitas bongkar muat peti kemas. "TPK Belawan Fase 2 siap beroperasi di awal kuartal satu tahun ini dan akan memberikan manfaat berupa peningkatan kapasitas, produktivitas bongkar muat, dan pemanfaatan teknologi," jelas Dani.
Strategi lain, tambah Dani, adalah mempercepat inovasi dan digitalisasi. Sejauh ini, Pelindo I telah memaksimalkan dukungan teknologi informasi untuk semakin meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan di pelabuhan melalui hadirnya layanan E-Berthing, E-Ticketing, dan E-Pass.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




