Tiga Dampak Pandemi Covid-19 Bagi Perekonomian Nasional
Jumat, 5 Februari 2021 | 19:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 memberi dampak amat besar pada sektor ekonomi dan sosial di dunia, termasuk Indonesia. Pengamat kebijakan publik dan pelaku bisnis, Saiful menyebut ada tiga dampak besar pandemi Covid ini bagi perekonomian nasional.
Dampak yang pertama menurutnya adalah melemahnya konsumsi rumah tangga atau melemahnya daya beli.
"Ekonomi itu akan naik apabila daya serap atau daya belinya tinggi.Pasar yang sukses dalam menciptakan regulasi itu adalah pasar yang mampu menciptakan daya beli yang tinggi. Karena Regulasi Daya beli itu memberikan pengaruh sekitar 60% terhadap naiknya sebuah ekonomi," ungkap Saiful dalam talkshow virtual bertajuk "Ngobrol Bareng Live" mengusung tema "Dampak Covid-19 Bagi Perekonomian Negara", di Radio Muara Jakarta, belum lama ini.
Dampak kedua dikatakannya adalah bahwa pandemi Covid-19 ini menimbulkan adanya ketidakpastian, kapan akan berakhir. Sehingga di bidang investasi juga ikut melemah dan berimplikasi terhadap berhentinya sebuah usaha.
"Kita analisis teman-teman kita pelaku usaha di bidang warteg contohnya, transportasi, traveling, mungkin juga para dunia seniman, musisi, artis, dangdut, dan lain-lain. Sehingga hal seperti ini mengacu kepada pemberhentian beberapa karyawan alias PHK, dan sebagainya," lanjutnya.
Sedangkan dampak yang ketiga yakni pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun. Akibatnya dampak tersebut, Pemerintah telah melakukan tindakan cepat, program vaksinasi, ada program pemulihan ekonomi nasional, BLT, bantuan modal usaha UKM/UMKM.
"Ini harus dimanfaatkan dengan baik dan benar. Selain itu, untuk mengatasi pandemi ini Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan dalam stumulus perekonomian melalui pemanfaatan teknologi. Lalu penguatan, pengaturan dan pengawasan sektor keuangan, serta pengembangan pasar modal domestik (menciptakan pasar yang produktif)," tambahnya.
Selanjutnya penerapan agenda reformasi sektor keuangan dan pemanfaatan teknologi. Untuk mengatasi itu, Pemerintah harus menggandeng swasta untuk pendidikan, disertai bimbingan kepada para pelaku usaha tentang UMKM/UKM agar bisa bersaing dengan menciptakan pasar domestik yang produktif dan kemudian produknya dijual dengan memanfaatkan digitalisasi,.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




