Geniusidea Ajak Perusahaan Call Center Ekspansi ke Jateng
Selasa, 27 April 2021 | 14:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com– Minat perusahaan untuk ekspansi ke Jawa Tengah (Jateng) terus mengalami kenaikan. Di sisi lain, pada masa pandemi seperti saat ini, penghematan biaya merupakan salah satu strategi perusahaan untuk bertahan. Perusahaan harus mengambil langkah untuk menekan biaya seperti sewa, mobilisasi dan yang paling besar adalah gaji karyawan.
Salah satu bisnis yang tidak bisa dihilangkan dan juga tidak bisa dikerjakan dari rumah (work from home) adalah bisnis customer service atau call center. Pasalnya, tidak mungkin pekerjaan ini dilakukan dari rumah, karena membutuhkan perangkat hardware dan software yang canggih dan bebas dari gangguan anak-anak atau suara bising lain di rumah. Departemen ini cukup memerlukan cost yang cukup besar dan tidak dapat ditawar karena akan mengurangi tingkat kepuasaan dari pelanggan. Namun untungnya layanan ini dapat dikerjakan dari kota mana saja. Yang penting ada koneksi internetnya dan teleponnya.
Melihat potensi itu, Geniusidea mengajak pebisnis contact center di kota besar untuk dijalankan di kota di Jawa Tengah seperti Semarang dan Yogyakarta yang upah minimum regionalnya jauh di bawah Jakarta dan Bandung dan juga biaya lainnya seperti sewa dan lain lain.
"Dengan konsep all in one package, tenant yang menyewa ruangan kantor di geniusidea tidak perlu lagi di repotkan dengan segala capex (capital expenditure) dan opex (operational expenditure) yang besar. Seluruh investasi capex mulai meja, kursi dan furnitur kami sediakan, tenant hanya membawa laptop mereka. Untuk Opex-nya seperti biaya listrik, biaya internet, keamanan, kebersihan, resepsionis, dan biaya lainnya pun demikian. Sehingga, tenant tidak lagi perlu mengurusi hal-hal capex dan opex hanya fokus pada target perusahaan saja," kata Co-founder Geniusidea Yusak Chandra, Selasa (27/4/2021).
Geniusidea sekarang ini telah melayani tiga perusahaan, mulai dari kapasitas 5 orang sampai dengan kapasitas 250 orang per perusahan dengan jam kerja 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
Yusak menambahkan, salah satu kliennya telah memindahkan layanan contact center-nya ke Jawa Tengah. Hal ini membuat penghematan biaya sampai 50% dibandingkan dengan di kota besar lainnya. UMK di kota Jawa Tengah seperti kota Semarang adalah Rp 2.846.000 dan kota Yogyakarta adalah Rp 2.100.000, jika dibandingkan dengan kota Jakarta tidak lebih dari 50%. Untuk rental dan cost lainnya pun sangat jauh lebih rendah dari pada kota Jakarta dan Bandung.
Mengenai kualitas SDM, menurutnya tidak kalah karena kota Yogyakarta adalah kota pelajar dimana dapat mencari SDM dengan mudah dan kota Semarang juga memiliki banyak universitas. Hal ini didukung Kota Salatiga yang merupakan kota pelajar yang hanya berjarak 40 menit dari kota Semarang.
Selain di lini bisnis custom build yang baru dimulai pada pertengahan pandemi tahun lalu, perseroan yang sudah berdiri sejak tahun 2018 ini sebelumnya sudah memulai bisnis coworking space di Yogyakarta dan Semarang. Di mana, 80% dari okupansi tersebut telah terisi penuh. "Rata-rata startup yang tidak kuat menyewa kantor pada saat pandemi ada perpindahan pola," katanya.
Yusak menambahkan, tahun ini, Geniusidea tengah menjalin kerja sama dengan Warunk Upnormal sebagai bagian dari mengembangkan bisnis coworking space-nya. "Kita akan kolaborasi dengan Warunk Upnormal. Jadi, setiap lantai dua semua cabangnya akan jadi coworking space. Proyek percontohannya di Yogyakarta," imbunya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




