PGN Pastikan Pembangunan Infrastruktur Gas Sesuai Jadwal
Selasa, 11 Mei 2021 | 15:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Subholding gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan pembangunan proyek strategis tetap berjalan, dan kehandalan jaringan maupun pasokan gas bumi tetap terjaga menjelang Idulfitri 2021.
Salah satu yang sedang dijalankan yaitu proyek strategis Engineering Procurement Construction Installation Commissioning (EPCIC) Pembangunan Interkoneksi Pipa South Sumatera West Java (SSWJ) - West Java Area (WJA), tengah dilakukan pembangunan Metering and Regulating Station (M/RS) dan pipa 24 inci sepanjang 1,4 kilometer (km).
"Adanya interkoneksi pipa SSWJ-WJA akan memperkuat jaringan pipa PGN untuk pengaliran gas Pupuk Kujang Cikampek dan Pertamina RU VI Balongan. Proyek ini berpotensi menyalurkan pasokan gas ke Pupuk Kujang Cikampek sebesar 25 BBTUD dan RU Balongan sampai dengan 10 BBTUD," kata Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/5/2021).
Dengan integrasi Pipa SSWJ-WJA, nantinya gas bumi dari Lapangan Gas Sumbagtengsel yang dialirkan melalui Pipa SSJW I - Bojonegara-Cikande-Bitung akan terkoneksi dengan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pertagas yang tersambung dengan Pipa WJA.
Interkoneksi akan meningkatkan kapasitas penyaluran secara sistem terintegrasi dengan kapasitas penyaluran gas maksimal kurang lebih 165 BBTUD. Pengerjaan interkoneksi pipa ini ditargetkan selesai pada Triwulan IV 2021.
Selain meninjau proyek pembangunan Interkoneksi Pipa SSWJ-WJA, Achmad juga meninjau penyaluran gas eksisting di PLTGU Cilegon dan kehandalan sistem penyaluran gas.
"Tinjauan ini juga sebagai wujud kontribusi PGN dalam mendukung pelaksanaan Satgas Ramadhan Idul Fitri (RAFI) 2021 PT Pertamina Persero. Kami berkomitmen menjaga keamanan penyaluran gas bumi untuk pelanggan, termasuk juga keselamatan pekerja yang bertugas," imbuh Achmad.
Dikatakannya pasokan gas bumi PGN diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan produksi gas bumi dalam negeri untuk pembangkit listrik. Kebutuhan energi industri di Jawa Bagian Barat, sampai ke usaha komersial seperti hotel, restoran, usaha kecil menengah (UKM) dan rumah tangga.
Di Jawa Bagian Barat, saat ini PGN melayani lebih dari 132.000 pelanggan rumah tangga, lebih kurang 1.400 pelanggan komersial industri, dan lebih kurang 840 pelanggan Usaha Kecil Menengah (UKM). Gas bumi tersebut disalurkan melalui pipa distribusi sepanjang lebih kurang 3.087 km yang tersebar di Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Dengan infrastruktur dan pasokan energi gas bumi yang handal, diharapkan juga mampu mendorong investasi di Jawa Barat, sehingga mendorong perekonomian masyarakat yang semakin baik.
Untuk mendukung pemanfaatan gas bumi seluas-luasnya bagi masyarakat, PGN juga mengembangkan jaringan gas rumah tangga melalui program Gaskita Mandiri dengan target 50.000 pelanggan baru di wilayah Jabotabek, Cilegon, dan Karawang. Juga penugasan program Jargas dari pemerintah sebagaimana yang tertuang dalam Kepmen ESDM Nomor 16/2020.
Secara total pelanggan PGN telah tersebar di lebih dari 60 kabupaten/kota di berbagai provinsi mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara hingga Papua Barat.
Total pipa gas bumi yang dibangun dan dioperasikan PGN saat ini mencapai lebih dari 10.688 kilometer. Panjang pipa tersebut setara dengan 96% infrastruktur pipa gas bumi hilir seluruh Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 Berkat Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025
EKONOMI
Telkom dan PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
EKONOMIBERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




