Wacana Kenaikan PPN Berpotensi Gerus Daya Beli Masyarakat
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Wacana Kenaikan PPN Berpotensi Gerus Daya Beli Masyarakat

Senin, 17 Mei 2021 | 16:14 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengakui wacana kenaikan PPN dapat berimplikasi serius terhadap berbagai sektor, khususnya terkait dengan sektor riil, sehingga berpotensi menggerus daya beli masyarakat.

"Sebab (kenaikan PPN) mempengaruhi ke semua sektor tak hanya sektor riil, sektor industri manufaktur semua akan kena, karena itu kami sudah laporkan," kata Susiwijono Moegiarso dalam halalbihalal virtual bersama media, Senin (17/5/2021).

Susi menegaskan, rencana kenaikan PPN masih dalam pembahasan secara internal oleh Kementerian Keuangan (Kemkeu). Bahkan, hingga saat ini Kemenko Perekonomian mengaku belum melakukan pembahasan dan diskusi dengan berbagai pihak termasuk dengan Kemkeu.

Kendati begitu, Susi mengaku tetap menghargai dan menghormati munculnya wacana kenaikan PPN yang saat ini masih sebatas pembahasan di internal Kemkeu.

"Saya sudah laporkan ke Pak Menko, intinya kita hormati pembahasan wacana internal di Kemkeu, tapi belum ada rakor antar kementerian bahas ini. Pasti nanti kami akan minta segera dijadwalkan jika sudah ada rencana pasti dan ada konsepsi yang jelas kira kira kapan akan disampaikan," tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) Suryo Utomo menyampaikan saat ini otoritas fiskal tengah mengkaji penerapan tarif PPN.

Namun terdapat dua skema yang tengah dibahas. Pertama, single tarif PPN untuk meningkatkan tarif PPN dengan skema single tarif pemerintah bisa hanya dengan menerbitkan peraturan pemerintah (PP) yang merupakan aturan pelaksana atas UU 46/2009.

Adapun jika berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 46 Tahun 2009 tentang PPN dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) tarif PPN berada direntang 5% hingga 15%. "Makanya, aturan saat ini tarif PPN sebesar 10%," jelasnya.

Kedua, skema multitarif PPN, skema ini telah dianut oleh beberapa negara misalnya Turki, Spayol, dan Italia. Pengenaan Multitarif artinya tarif PPN lebih rendah untuk barang-barang dan jasa tertentu yang dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah.

"Untuk memberikan rasa keadilan dengan pengenaan tarif yang lebih tinggi untuk barang mewah atau sangat mewah," tuturnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IHSG Ditutup Melemah, Saham Multipolar Jadi Paling Untung

PT Multipolar Technology Tbk (MLPL) kukuh di puncak top gainers setelah harga sahamnya melonjak 24,78%.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Pemerintah Harus Perjelas Regulasi Robot Trading

Gea menyayangkan pernyataan dari SWI, yang merupakan kepanjangan tangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EKONOMI | 17 Mei 2021

Video: BTS Ucapkan Selamat pada GoTo, Perusahaan Gabungan Gojek dan Tokopedia

Grup idola asal Korea Selatan BTS, selaku brand ambassador Tokopedia, mengucapkan selamat atas merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Menpupera: 1.000 Rumah Tahan Gempa di NTT Rampung Akhir September

Pemerintah mulai membangun hunian tetap (huntap) untuk merelokasi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di NTT.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Peredaran Uang Selama Lebaran 2021 Naik 41,5%

Peredaran uang selama Lebaran tahun ini secara nasional mencapai Rp 154,5 triliun atau meningkat sebesar 41,5% dibandingkan tahun lalu.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Transkon Jaya Optimistis Kinerja Keuangan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2020, Transkon Jaya mencatatkan pendapatan sebesar Rp 402,46 miliar, naik 0,28% dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Kampanye #AnakHebatBerbagi, Bebelac Sumbangkan Rp 2 Miliar

Bebelac menyumbangkan bantuan senilai lebih dari Rp 2 miliar dalam bentuk bingkisan paket nutrisi.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Indospring Bagikan Dividen Tunai Rp 85 Per Saham

Pembagian dividen akan dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2021.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Hasil Merger Tokopedia dan Gojek, Ini Layanan Lengkap Grup GoTo

Grup GoTo akan menciptakan platform konsumen digital terbesar di Indonesia.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Kehadiran GoTo Mengubah Lanskap Bisnis Digital

Merger Gojek dan Tokopedia menghasilkan platform konsumen digital terbesar di Indonesia, dengan total gross transaction value (GTV) Rp 314,1 triliun.

EKONOMI | 17 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS