ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Adhi Commuter Mendominasi Hunian di 17 Titik Stasiun LRT Jabodebek

Jumat, 2 Juli 2021 | 14:54 WIB
LO
FH
Penulis: Lona Olavia | Editor: FER
Show unit LRT City Jatibening.
Show unit LRT City Jatibening. (Beritasatu Photo)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Adhi Commuter Properti (ACP) telah menggarap 12 proyek di titik-titik transportasi massal di seluruh wilayah Jabodetabek dalam tiga tahun belakangan ini, sejak berdirinya pada 2 Juli 2018.

Tercatat seluruh kawasan memiliki total unit lebih dari 54.000 unit, dengan landbank sebesar 140 hektare, yaitu LRT City Bekasi – Eastern Green, LRT City Bekasi – Green Avenue, LRT City Jatibening, LRT City MTH, LRT City Tebet, LRT City Ciracas, LRT City Cibubur, LRT City Sentul, Adhi City Sentul, Grand Central Bogor – Member of LRT City, Cisauk Point – Member of LRT City, dan Oase Park – Member of LRT City.

"Meski usianya masih dini, ACP melalui brand product LRT City, member of LRT City dan Adhi City, telah mengembangkan belasan kawasan dengan pendekatan berbasis transit oriented development atau TOD," kata Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti, Rizkan Firman, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (2/7/2021).

Rizkan mengatakan, hingga tahun 2020, ACP telah merealisasikan rencananya dengan melakukan serah terima 4 proyek, yaitu Tower 1 LRT City Bekasi, yaitu Eastern Green, LRT City MTH, Tower 1 LRT City Jatibening dan Tower 1 LRT City Sentul.

ADVERTISEMENT

Untuk selanjutnya dalam waktu dekat akan serah terima Adhi City Sentul tahap 1 dan Tower 1 Cisauk Point – Member of LRT City, serta launching kawasan baru yaitu LRT City Cibubur.

"Melalui brand LRT City, ACP mendominasi development di 8 dari 17 titik stasiun LRT Jabodebek fase 1. "Saat ini, produk properti yang telah terjual di pasar sebanyak 4.000 unit," kata Rizkan.

Saat ini, ACP memiliki produk apartemen, rumah tapak, perkantoran, komersial area dan operator hotel. Berdasarkan sejumlah pencapaian dan kinerja tersebut, Rizkan optimistis pasar menyambut positif terhadap konsep pengembangan kawasan berbasis TOD.

"Terlebih konsep properti berbasis integrasi dengan transportasi massal sudah terbukti sukses dikembangkan di mancanegara termasuk di beberapa negara tetangga dengan pertumbuhan nilai properti dan bisnis yang tinggi, serta sekaligus mendukung perencanaan dan penataan kota yang lebih baik," pungkasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon