Polytama Propindo Rilis Obligasi dan Sukuk Rp 700 Miliar
Rabu, 18 Agustus 2021 | 09:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – PT Polytama Propindo, produsen polypropylene resin terbesar kedua di Indonesia yang terafiliasi dengan Pertamina (Persero), akan menerbitkan Obligasi II PT Polytama Propindo Tahun 2021 maksimal Rp 400 miliar dan Sukuk Ijarah II PT Polytama Propindo Tahun 2021 maksimal Rp 300 miliar. Dananya akan digunakan untuk modal kerja, proyek granule, dan pengadaan tangki propylene dalam rangka meningkatkan kapasitas usaha sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor.
"Dana obligasi dan sukuk sebagian besar untuk modal kerja seperti membeli bahan baku dan operational expenditure (opex), sisanya untuk tangki propylene," kata Direktur Utama Direktur Utama PT Polytama Propindo Didik Susilo dalam keterangannya Rabu (18/8/2021).
Credit Guarantee & Investment Facility, a trust fund of Asian Development Bank (CGIF) akan bertindak sebagai penanggung (guarantor) atas seluruh bunga obligasi dan pokok obligasi, serta cicilan imbalan ijarah dan sisa imbalan ijarah yang wajib dibayar. CGIF adalah lembaga dana perwalian (Trust Fund) dari Asian Development Bank dan dimiliki bersama oleh negara-negara ASEAN, Jepang, Tiongkok dan Korea Selatan. CGIF memiliki fungsi utama sebagai pemberi jaminan kredit untuk penerbitan obligasi bermata uang lokal oleh emiten-emiten di wilayah ASEAN+3, termasuk Indonesia.
PT Pemeringkat Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat idAAA (cg) untuk Obligasi II PT Polytama Propindo Tahun 2021 dan idAAAsy (cg) untuk Sukuk Ijarah II PT Polytama Propindo Tahun 2021 tersebut.
Obligasi II dan Sukuk Ijarah II masing-masing akan diterbitkan dalam Seri A dengan tenor 3 tahun dan kupon 5,75%-6,5%, seri B dengan tenor 5 tahun dan kupon 6,25%-7,25%.
Dalam penerbitan obligasi tersebut, Polytama Propindo menunjuk PT Indo Premier dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi. Masa penawaran awal berlangsung pada 13-24 Agustus 2021, jika pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didapat 31 Agustus 2021, masa penawaran umum pada 2-6 September 2021, dan pencatatan di Busra Efek Indonesia (BEI) pada 9 September 2021.
Perusahaan erseroan yang mengusung merek dagang Masplene itu pada tahun 2020 membukukan pertumbuhan volume penjualan 10,1% (yoy) dan EBITDA sebesar US$ 19 juta. Sedangkan penjualan per 31 Maret 2021 tercatat US$ 87,071 juta , naik dari US$ 53,231 juta yang dicatat pada 31 Maret 2021 sebesar US$ 53,231 juta. Sementara itu laba berjalan yang dicatat pada 31 Maret 2020 mencapai US$ 10,499 juta naik dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar US$ 8,913 juta.
Direktur Keuangan Polytama Propindo Uray Azhari mengatakan pada tahun 2021 perseroan menargetkan pendapatan US$ 270 juta dengan EBITDA US$ 30 juta-32 juta.
Saat ini, kebutuhan produk polypropylene masih tergantung kepada pasokan impor yang mencapai 50%, sedangkan pasokan dalam negeri dipasok oleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk sebesar 33%, PT Polytama Propindo sebanyak 14% dan sisanya sebanyak 3% dipasok oleh Pertamina Plaju.
Pemerintah melalui PP Nomor 66 Tahun 2019 melakukan penyertaan modal kepada PT Tuban Petrochemical Industries (TPI), melalui Pertamina. Sehingga TPI menjadi entitas anak PT Pertamina (Persero). TPI merupakan pemegang saham mayoritas di PT Polytama Propindo sebanyak 80%, sedangkan sisanya dimiliki Pasio Investments BV.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




