Semester I, TPV Bukalapak Naik 54% Capai Rp 56 Triliun
Rabu, 1 September 2021 | 06:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada kuartal II 2021 mencatat Total Processing Value (TPV) sebesar Rp 29,4 triliun, atau tumbuh 56% dibanding kuartal II 2020. Sementara pada semester I 2021 TPV tercatat tumbuh 54% menjadi Rp 56,7 triliun. Pertumbuhan TPV didukung kenaikan jumlah transaksi Bukalapak 15% dan kenaikan Average Transaction Value (ATV) sebesar 34% pada semester I 2020 sampai dengan semester I 2021.
"75% TPV Bukalapak di semester I 2021 berasal dari luar daerah tier 1 di Indonesia, daerah dimana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung warung kecil ritel terus menunjukan pertumbuhan kuat," tulis manajemen dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip Rabu (1/9/2021).
Secara terinci, TPV mitra pada kuartal II 2021 dan semester I 2021 masing-masing meningkat 237% menjadi Rp 14,2 triliun dan 227% menjadi Rp 23,9 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi mitra terhadap TPV perseroan meningkat dari 22% pada kuartal II 2020 menjadi 48% pada kuartal II 2021. ATV Mitra pada kuartal II 2021 meningkat sebesar 98% dibandingkan kuartal yang sama tahun 2020. Hal ini ditopang kenaikan jumlah produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para mitra.
Bukalapak membukukan pendapatan kuartal II 2021 Rp 440 miliar atau tumbuh 37% dari tahun sebelumnya. Sehingga sampai semester I 2021, emiten teknologi yang bergerak di bidang e-commerce tersebut telah membukukan pendapatan Rp 864 miliar atau tumbuh 35%.
Dibandingkan periode yang sama tahun 2020, pendapatan Mitra Bukalapak pada kuartal II 2021 tumbuh sebesar 292% menjadi Rp 145 miliar. Sementara pendapatan pada semester I 2021 untuk mitra Bukalapak naik 350% menjadi Rp 290 miliar.
Kontribusi mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan meningkat dari 12% pada kuartal II 2020 menjadi 33% pada kuartal II 2021. Pada akhir Juni 2021, jumlah mitra yang telah terdaftar mencapai 8,7 juta, naik dari 6,9 juta pada akhir Desember 2020.
Pada kuartal II 2021, Bukalapak juga bisa menekan kerugian Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp 407 miliar mencerminkan adanya perbaikan 31% dibandingkan pada kuartal II 2020. Sementara kerugian EBITDA pada semester I 2021 membaik sebesar 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rasio kerugian EBITDA terhadap TPV membaik dari 3,1% pada kuartal II 2020 menjadi 1,4% pada kuartal II 2021. Sementara rasio kerugian EBITDA pada semester I 2021 terhadap TPV juga membaik menjadi 1,2% dibandingkan dengan 2,6% pada periode yang sama tahun lalu.
Alhasil, Bukalapak mampu menekan kerugian operasionalnya sebesar 24,9% menjadi Rp 776 miliar pada semester I 2021 dari Rp 1,03 triliun pada semester I 2020. Hingga enam bulan pertama tahun ini, perseroan berhasil mengurangi kerugian bersihnya sebesar 25,7% menjadi Rp 763 miliar dari Rp 1,03 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun, posisi kas perseroan sebesar Rp 2,7 triliun pada akhir Juni 2021, sebelum memperhitungkan hasil dari penawaran umum perdana (IPO) saham perseroan sebesar Rp 21,3 triliun pada Agustus 2021.
Sedangkan, biaya operasional pada kuartal II 2021 turun sebesar 9% YoY, sementara pada semester I 2021 turun 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rasio biaya operasional terhadap TPV berkurang dari 4,8% pada kuartal II 2020 menjadi 2,8% pada kuartal II 2021. Sejalan dengan hal ini, rasio biaya operasional pada semester I 2021 terhadap TPV tercatat 2,7%, turun dibanding 4,4% pada periode yang sama tahun lalu.
Lebih lanjut, margin kontribusi mitra Bukalapak setelah beban penjualan dan pemasaran naik dari -1,0% terhadap TPV pada akhir 2020 menjadi -0,5% terhadap TPV pada semester I 2021. Sejalan dengan hal ini, rasio kerugian operasional mitra terhadap TPV membaik dari 1,2% pada akhir 2020 menjadi 0,6% pada semester I 2021. Margin kontribusi marketplace setelah beban penjualan dan pemasaran meningkat dari -0,1% terhadap TPV pada akhir 2020 menjadi -0,08% dari TPV pada semester I-2021 dengan rasio kerugian operasional terhadap TPV membaik dari 2,5% pada akhir 2020 menjadi 1,9% pada semester I-2021.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




