Sinar Mas Agro Terbitkan Obligasi Rp 2,5 Triliun, Tawarkan Bunga 6-9%
Senin, 4 Oktober 2021 | 15:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Produsen minyak sawit, PT Sinarmas Agro Resources dan Technology Tbk (SMAR), akan menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 2,5 triliun. Oblgasi ini menjadi bagian dari penawaran umum berkelanjutan III Smart dengan target penghimpunan dana sebesar Rp 5 triliun.
Manajemen Sinar Mas Agro menjelaskan, bahwa obligasi berkelanjutan III tahap II tahun 2021 ini terbagi dalam tiga seri, yakni seri A senilai Rp 477 miliar, dengan kupon sebesar 6,00%, lalu seri B dengan kupon 8,50% dengan nilai Rp 1,06 triliun, kemudian seri C memiliki kupon Rp 958 miliar dengan kupon sebesar 9%.
Bunga ini akan dibayarkan setiap 3 bulan sejak emisi obligasi sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga. Bunga pertama akan dibayarkan pada 19 Januari 2022 mendatang.
"Sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo yakni pada tanggal 29 OKtober 2022 untuk obligasi Seri A, pada tanggal 19 Oktober 2024 untuk obligasi Seri B dan pada tanggal 19 Oktober 2026 untuk obligasi Seri C," jelas manajemen Sinamr Mas Agro, dikutip dari prospektus perseroan, Senin (4/10/2021).
Sebagai penjamin dan pelaksana emisi, Sinar Mas Agro mempercayakan BCA Sekuritas, CIMB Niaga Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, dan Sucor Sekuritas, dengan Bank Mega bertindak sebagai wali amanat. Untuk diketahui, obligasi berkelanjutan ini telah memperoleh peringkat A plus dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Sesuai dengan rencana, dana hasil penerbitan obligasi SMAR sebanyak 95% akan digunakan untuk membiayai investasi perseroan dalam SIP (pihak terafiliasi) sebanyak 542,850 lembar saham atau sebesar 47,5% dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 2,36 triliun.
"Sisanya sekitar 5% akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang bank jangka panjang yang merupakan angsuran pokok pada saat jatuh tempo," ujar manajemen.
Masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 13 - 14 Oktober 2021, tanggal penjatahan 15 Oktober 2021, pengembalian uang pemesanan pada 19 Oktober 2021, lalu tanggal distribusi obligasi secara elektronik/tanggal emisi pada 19 Oktober 2021. Apabila berjalan dengan lancar, perseroan akan mencatatkan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 Oktober 2021.
Sebelumnya, Sinar Mas Agro Resources and Technology memutuskan untuk menebar dividen final senilai total Rp 460 miliar setara Rp 160 per saham atau sekitar 30% dari laba bersih tahun buku 2020.
"Aksi korporasi tersebut telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang dilaksanakan Selasa (15/6/2021) lalu," kata Wakil Direktur Utama dan Corporate Secretary Sinar Mas Agro Resources and Technology, Jimmy Pramono.
Jimmy mengungkapkan, perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,53 triliun pada 2020, melonjak 71,23% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 898 miliar.
penjualan bersih perseroan mencapai Rp 40,43 triliun, naik 11,7% dibandingkan penjualan bersih akhir 2019 yang tercatat Rp 36,19 triliun. Pada periode tersebut, Sinar Mas Agro mencatatkan penjualan Rp 34,5 triliun, naik dari semula Rp 32,28 triliun. "Alhasil, laba kotor perseroan mencapai Rp 5,87 triliun dari sebelumnya Rp 3,91 triliun," tutur dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




