CEO LPKR: Dua Subsektor Properti Tumbuh Positif Saat Pandemi
Rabu, 6 Oktober 2021 | 17:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), John Riady, melihat rumah tapak dan logistik merupakan 2 subsektor properti yang cenderung tumbuh di tengah pandemi covid-19.
"Menurut saya, sektor properti tumbuh positif. Adapun yang paling atraktif ialah sub-sektor rumah tapak," jelas John Riady dalam webinar "Investing In The Future of Indonesia Technology and Consumer with John Riady", yang diselenggarakan oleh Indonesia Investment Education, baru-baru ini.
"Hal itu tercermin dari meningkatnya penjualan sejumlah perusahaan properti yang menunjukkan permintaan masyarakat terhadap kepemilikan rumah semakin tinggi. Bahkan, realisasi pra-penjualan LPKR mampu tumbuh 122% year on year (yoy) di Semester I/2021," imbuhnya.
Melihat tingginya permintaan dan penjualan rumah tapak, lanjut John Riady, LPKR merevisi target marketing sales atau pra-penjualan tahun 2021 menjadi Rp4,2 triliun dari proyeksi awal tahun sebesar Rp3,5 triliun.
Jika target ini berhasil dicapai, pra-penjualan tahun 2021 naik 7% yoy dibandingkan dengan realisasi pra-penjualan tahun 2020 yang sebesar Rp 2,67 triliun.
"Sampai dengan bulan Agustus 2021, LPKR telah berhasil membukukan pra-penjualan sebesar Rp3,1 triliun dimaana pencapaian tersebut didukung oleh peluncuran produk rumah tapak dengan harga terjangkau di Lippo Village dan penjualan yang sama baiknya pada anak usaha perusahaan," lanjutnya.
John menambahkan, Indonesia saat ini tengah memasuki era golden age of home ownership. Pasalnya, suku bunga mortgage atau kredit pemilikan rumah (KPR) berada di tingkat rendah dan PDB per kapita hampir mencapai US$4.000. Di sisi lain, tingkat kepemilikan rumah masih rendah, misalnya di DKI Jakarta sendiri masih sekitar 45%.
"Banyak negara dengan PDB per kapita US$3.000-US$4.000 atau di bawahnya bahkan tingkat kepemilikan rumahnya lebih tinggi. India misalnya, tingkat kepemilikan rumah sudah 80%," tambahnya.
Menurut John Riady, dengan asumsi tingkat kepemilikan rumah di Indonesia saat ini 50%, dalam sekitar 10 tahun ke depan setidaknya bertambah 20% menjadi 70%. Bila jumlah kepala keluarga 60 juta, artinya ada penambahan kebutuhan rumah 20% atau sekitar 12 juta rumah dalam 10 tahun ke depan.
"Estimasinya, dalam 1 tahun, kebutuhan rumah bertambah 1 juta. Itu peluang pasar properti yang sangat menarik, karena kapasitas LPKR baru suplai sekitar 3.000 rumah per tahun," jelasnya.
John Riady mengatakan, sub-sektor logistik juga tumbuh cukup baik di tengah pandemi covid-19 karena terdorong industri e-commerce. Di kawasan industri PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) misalnya, sekitar 20%-30% pembeli mengembangkan lahan untuk pergudangan.
"Logistik juga cukup bagus perkembangannya, karena ada pertumbuhan permintaan pergudangan (warehouse)," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




