ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Matahari Department Store Bagi Dividen Interim Rp 100 Per Saham

Rabu, 3 November 2021 | 09:24 WIB
LO
FB
Penulis: Lona Olavia | Editor: FMB
Ilustrasi belanja di mal.
Ilustrasi belanja di mal. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan membagikan dividen interim tunai sebesar Rp 100 per saham untuk tahun buku 2021. Dividen interim tersebut akan dibagikan pada 2 Desember 2021.

"Dengan visibilitas pemulihan yang lebih jelas serta neraca dan arus kas yang kuat, perseroan berencana untuk membagikan dividen interim sebesar Rp 100 per saham pada 2 Desember 2021 dan mengusulkan dividen final dengan jumlah yang sama. Ke depan, manajemen merekomendasikan jumlah yang sama untuk dividen interim dan final," ungkap Direktur Legal serta Sekretaris Perusahaan Matahari Miranti Hadisusilo dalam keterangan resmi, yang dikutip Rabu (3/11/2021).

Dia mengatakan, pembagian dividen interim tidak akan melebihi laba bersih laporan keuangan konsolidasian perseroan per 30 Juni 2021 (tidak diaudit) yang menjadi acuan pembagian dividen interim. Dewan komisaris juga merevisi kebijakan dividen, dengan menetapkan rasio pembayaran adalah 50% atau lebih dari laba bersih untuk dibagikan dalam bentuk dividen interim dan dividen final.

Dividen interim akan dibagikan kepada para pemegang saham perseroan yang namanya tercatat pada Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 12 November 2021 sampai dengan pukul 16.00 WIB (tanggal pencatatan). Berikut jadwal pembagian dividen interim dari Matahari Department Store, cum dividen di pasar regular dan negosiasi pada 10 November 2021, ex dividen di pasar regular dan negosiasi 11 November 2021, cum dividen di pasar tunai 12 November 2021, ex dividen di pasar tunai 15 November 2021, recording date yang berhak atas dividen 12 November 2021, dan pembayaran dividen interim pada 2 Desember 2021.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Matahari Department Store mencatat kinerja positif selama semester I-2021 dengan raihan pendapatan Rp 3,56 triliun, tumbuh 58,43% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,25 triliun. Di mana, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 532,48 miliar berbanding terbalik dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 357,86 miliar.

Kinerja ciamik emiten ritel milik Grup Lippo ini pun berlanjut hingga sembilan bulan pertama 2021. Di mana, penjualan kotor tercatat sebesar Rp 7,5 triliun, naik 28% dari periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersih tumbuh 23% menjadi Rp 4,1 triliun dari periode yang sama tahun lalu.

Alhasil, Matahari mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp 439 miliar per September 2021 dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp 617 miliar pada periode yang sama tahun 2020. Torehan laba itu berhasil diraih perseroan meskipun menghadapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang dimulai pada awal Juli dengan penutupan gerai selama 2 bulan.

Saat itu, Matahari menutup sementara 117 gerainya akibat PPKM darurat, dan 31 gerai tetap buka dengan beberapa pembatasan, seperti kapasitas maksimum di mal dan pembatasan jam operasional. PPKM masih berlanjut di bulan Agustus namun dengan beberapa perkembangan positif di setiap minggunya. Pemerintah mulai mengizinkan mal buka dan makan di tempat dengan batasan waktu. Sejak September, anak-anak di bawah usia 12 tahun diizinkan memasuki mal, pembatasan jam operasional dan kapasitas kegiatan makan minum di tempat umum mulai dilonggarkan, di mana semuanya mengarah pada kunjungan mal yang semakin tinggi.

Setelah itu, pada awal September, Matahari membuka 100% gerainya dan terus mengalami pemulihan positif dari minggu ke minggu. Hal ini berlanjut pada bulan Oktober dengan pemulihan mencapai lebih dari 70% dibandingkan dengan 2019.

Miranti menambahkan, untuk membantu pemegang saham memperoleh visibilitas yang lebih baik atas pendapatan, Matahari Department Store akan membuka dua gerai baru pada bulan Desember yakni di Cianjur, Jawa Barat dan Batam, Kepulauan Riau. "Manajemen juga menargetkan untuk membuka 10 gerai baru lagi pada tahun 2022," sebutnya.

Selain itu, Matahari ditargetkan menghasilkan Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) Rp 1 triliun untuk 2021 dengan kas bersih positif, dan pinjaman bank nihil. Perseroan memproyeksikan EBITDA 2022 sebesar Rp 1,8 triliun.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon