Visi Media Bantah Jual ANTV ke SCTV
Selasa, 27 November 2012 | 13:42 WIB
Hingga kini, Visi Media belum berencana melakukan tindakan apapun soal penjualan salah satu stasiun TV.
PT Visi Media membantah kabar yang menyebutkan stasiun televisi ANTV akan dijual ke kompetitornya PT Elang Mahkota Teknologi, pemegang saham mayoritas stasiun Surya Citra Televisi (SCTV).
"Tidak ada rencana itu," kata Presiden Direktur Visi Media, Erick Thohir melalui telepon kepada Jakarta Globe, Selasa (27/11).
Dia menjelaskan, hingga kini, Visi Media belum berencana melakukan tindakan apapun soal penjualan salah satu stasiun TV. Begitu halnya dengan pihak yang dijajaki.
Erick menegaskan, Visi Media tengah mempersiapkan untuk mengeluarkan keterangan pers guna menanggapi kabar tersebut.
Presiden Komisaris Visi Media Anindya Bakrie dalam akun twitternya @anindyabakrie membantah rumor tersebut. "Tidak benar," tulis pria yag juga menjabat dirut ANTV ini dalam akun twitternya.
Hingga sesi siang ini, saham Visi Media berkode VIVA tergerus Rp20 (3,2 persen) mencapai Rp600.
Grup Bakrie berencana menjual salah satu jaringan medianya yakni stasiun televisi ANTV untuk membiayai utang yang jatuh tempo serta memperkuat bisnis utamanya di bidang batubara melalui PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
"Bakrie menjual ANTV untuk selamatkan BUMI," kata salah seorang sumber yang mengetahui transaksi tersebut, kepada Jakarta Globe, Selasa (27/11).
Sumber eksekutif tersebut menyatakan, ANTV kemungkinan besar akan dijual kepada kompetitornya, SCTV yang dikuasai taipan keluarga Sariaatmaja.
Sayangnya sumber tersebut tidak menjelaskan lebih detil skema transaksi tersebut. Dia hanya menyebutkan, penasehat keuangan aksi korporasi Bakrie adalah Credit Suisse.
Grup Bakrie memang tengah kesulitan pendanaan. Laporan keuangan BNBR audit 2011 menyebutkan, total utang BNBR mencapai Rp5,4 triliun. Dari total utang itu, sebesar Rp295 miliar jatuh tempo tahun ini yang berasal dari transaksi repo. Selain itu, BNBR juga harus melunasi utang US$437 juta (Rp4,3 triliun) dari 20 kreditur internasional yang digalang Credit Suisse, menyusul harga saham Bumi Plc turun dari yang disepakati.
Penurunan tersebut memicu margin call yang mengharuskan Bakrie melakukan top up dengan menambah US$100 juta. Sebagai gambaran, Bakrie Brothers dan Long Haul Holding menjaminkan 47,6 persen saham Bumi Plc milik grup Bakrie untuk memperoleh pinjaman itu.
Bakrie Group memang menguasai PT Visi Media sebagai perusahaan yang mengoperasikan stasiun TV tvOne dan ANTV serta portal vivanews.com.
Dalam debutnya di pasar modal, Visi Media memperoleh Rp640 miliar melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Selain di bidang media, grup Bakrie juga memiliki bisnis di bidang perkebunan, batubara, telekomunikasi, properti, migas dan batubara.
Begitu halnya dengan Direktur Credit Suisse Jakarta Rizal Gozali dan SCTV tidak bisa dihubungi soal aksi korporasi tersebut.
PT Elang Mahkota Teknologi, pemegang mayoirtas SCTV, sebelumnya melaukan akuisisi stasiun TV Indosiar senilai Rp2 trillun.
Sementara Indosiar sebelumnnya dikuasai grup Salim melalui Prima Visualindo, yang juga menguasai saham Citibank Singapore dan Dinamika Usaha Jaya.
Adapun BUMI, anak usaha Bakrie di sektor batubara saat ini tengah menjadi sorotan menyusul perselisihan dengan Nathaniel Rothschild.
Nathaniel juga memastikan telah berhasil menghimpun dana sebesar US$270 juta untuk mempermulus proposal tandingannya di Bumi Plc melalui perusahaannya, NR Investments yang membentuk konsorsium dengan beberapa investor dan pemegang saham Bumi Plc.
Proposal tersebut bertujuan guna mengeluarkan Grup Bakrie, dari Bumi Plc.
Sementara dikonfirmasi Beritasatu.com, Vice President Bakrie Grup Christopher Fong juga enggan menjelaskan lebih lanjut soal rencana Bakrie menjual ANTV kepada SCTV. "Dalam pekan ini Viva akan mengumumkan atas aksi korporasi tersebut," kata Fong singkat kepada Beritasatu.com, Selasa (27/11).
Di tengah kesulitan pendanaan tersebut, Bakrie Group juga tengah ancang-ancang menjual unit usaha infrastruktur pada sejumlah ruas tolnya kepada MNC Group milik Harry Tanoesoedibjo (HT).
MNC Group melalui anak usahanya, PT MNC Infrastruktur Utama, sebelumnya telah mengumumkan akan mengakuisisi empat ruas tol milik grup Bakrie. Saat ini kedua belah pihak masih melakukan negosiasi mengenai rencana tersebut. Diharapkan, akuisisi bisa dilakukan dalam waktu dekat.
MNC Group akan menggandeng mitra lokal untuk mengakuisisi beberapa ruas tol milik Grup Bakrie. Ruas tol tersebut adalah Ciawi-Sukabumi, Kanci- Pejagan, Pejagan-Pemalang, serta Probolinggo-Pasuruan. Konsep kerja sama dengan mitra lokal adalah bersama-sama membangun ruas tol yang pengembangannya masih mangkrak.
PT Visi Media membantah kabar yang menyebutkan stasiun televisi ANTV akan dijual ke kompetitornya PT Elang Mahkota Teknologi, pemegang saham mayoritas stasiun Surya Citra Televisi (SCTV).
"Tidak ada rencana itu," kata Presiden Direktur Visi Media, Erick Thohir melalui telepon kepada Jakarta Globe, Selasa (27/11).
Dia menjelaskan, hingga kini, Visi Media belum berencana melakukan tindakan apapun soal penjualan salah satu stasiun TV. Begitu halnya dengan pihak yang dijajaki.
Erick menegaskan, Visi Media tengah mempersiapkan untuk mengeluarkan keterangan pers guna menanggapi kabar tersebut.
Presiden Komisaris Visi Media Anindya Bakrie dalam akun twitternya @anindyabakrie membantah rumor tersebut. "Tidak benar," tulis pria yag juga menjabat dirut ANTV ini dalam akun twitternya.
Hingga sesi siang ini, saham Visi Media berkode VIVA tergerus Rp20 (3,2 persen) mencapai Rp600.
Grup Bakrie berencana menjual salah satu jaringan medianya yakni stasiun televisi ANTV untuk membiayai utang yang jatuh tempo serta memperkuat bisnis utamanya di bidang batubara melalui PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
"Bakrie menjual ANTV untuk selamatkan BUMI," kata salah seorang sumber yang mengetahui transaksi tersebut, kepada Jakarta Globe, Selasa (27/11).
Sumber eksekutif tersebut menyatakan, ANTV kemungkinan besar akan dijual kepada kompetitornya, SCTV yang dikuasai taipan keluarga Sariaatmaja.
Sayangnya sumber tersebut tidak menjelaskan lebih detil skema transaksi tersebut. Dia hanya menyebutkan, penasehat keuangan aksi korporasi Bakrie adalah Credit Suisse.
Grup Bakrie memang tengah kesulitan pendanaan. Laporan keuangan BNBR audit 2011 menyebutkan, total utang BNBR mencapai Rp5,4 triliun. Dari total utang itu, sebesar Rp295 miliar jatuh tempo tahun ini yang berasal dari transaksi repo. Selain itu, BNBR juga harus melunasi utang US$437 juta (Rp4,3 triliun) dari 20 kreditur internasional yang digalang Credit Suisse, menyusul harga saham Bumi Plc turun dari yang disepakati.
Penurunan tersebut memicu margin call yang mengharuskan Bakrie melakukan top up dengan menambah US$100 juta. Sebagai gambaran, Bakrie Brothers dan Long Haul Holding menjaminkan 47,6 persen saham Bumi Plc milik grup Bakrie untuk memperoleh pinjaman itu.
Bakrie Group memang menguasai PT Visi Media sebagai perusahaan yang mengoperasikan stasiun TV tvOne dan ANTV serta portal vivanews.com.
Dalam debutnya di pasar modal, Visi Media memperoleh Rp640 miliar melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Selain di bidang media, grup Bakrie juga memiliki bisnis di bidang perkebunan, batubara, telekomunikasi, properti, migas dan batubara.
Begitu halnya dengan Direktur Credit Suisse Jakarta Rizal Gozali dan SCTV tidak bisa dihubungi soal aksi korporasi tersebut.
PT Elang Mahkota Teknologi, pemegang mayoirtas SCTV, sebelumnya melaukan akuisisi stasiun TV Indosiar senilai Rp2 trillun.
Sementara Indosiar sebelumnnya dikuasai grup Salim melalui Prima Visualindo, yang juga menguasai saham Citibank Singapore dan Dinamika Usaha Jaya.
Adapun BUMI, anak usaha Bakrie di sektor batubara saat ini tengah menjadi sorotan menyusul perselisihan dengan Nathaniel Rothschild.
Nathaniel juga memastikan telah berhasil menghimpun dana sebesar US$270 juta untuk mempermulus proposal tandingannya di Bumi Plc melalui perusahaannya, NR Investments yang membentuk konsorsium dengan beberapa investor dan pemegang saham Bumi Plc.
Proposal tersebut bertujuan guna mengeluarkan Grup Bakrie, dari Bumi Plc.
Sementara dikonfirmasi Beritasatu.com, Vice President Bakrie Grup Christopher Fong juga enggan menjelaskan lebih lanjut soal rencana Bakrie menjual ANTV kepada SCTV. "Dalam pekan ini Viva akan mengumumkan atas aksi korporasi tersebut," kata Fong singkat kepada Beritasatu.com, Selasa (27/11).
Di tengah kesulitan pendanaan tersebut, Bakrie Group juga tengah ancang-ancang menjual unit usaha infrastruktur pada sejumlah ruas tolnya kepada MNC Group milik Harry Tanoesoedibjo (HT).
MNC Group melalui anak usahanya, PT MNC Infrastruktur Utama, sebelumnya telah mengumumkan akan mengakuisisi empat ruas tol milik grup Bakrie. Saat ini kedua belah pihak masih melakukan negosiasi mengenai rencana tersebut. Diharapkan, akuisisi bisa dilakukan dalam waktu dekat.
MNC Group akan menggandeng mitra lokal untuk mengakuisisi beberapa ruas tol milik Grup Bakrie. Ruas tol tersebut adalah Ciawi-Sukabumi, Kanci- Pejagan, Pejagan-Pemalang, serta Probolinggo-Pasuruan. Konsep kerja sama dengan mitra lokal adalah bersama-sama membangun ruas tol yang pengembangannya masih mangkrak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




