Energi Mega Persada Terbitkan Global Bond US$500 Juta
Rabu, 5 Desember 2012 | 08:22 WIB
Perseroan telah menggelar roadshow di beberapa negara di Asia dan Eropa pada akhir Oktober 2012
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menerbitkan obligasi global (global bond) berkisar US$450-500 juta tahun depan. Dana hasil obligasi akan digunakan untuk melunasi (refinancing) utang sekitar US$450 juta.
Chief Investor Relations Energi Mega Herwin Hidayat menyatakan, dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Juni 2012, pemegang saham menyetujui penerbitan obligasi maksimal senilai US$600 juta. Namun, melihat kondisi pasar saat ini, nilainya kemungkinan kurang dari angka itu.
Untuk itu, kata dia, perseroan perlu menggelar lagi RUPSLB. Agendanya adalah persetujuan penerbitan obligasi dengan diskon. “RUPSLB seharusnya digelar hari ini (kemarin). Tapi karena tidak kuorum, RUPSLB ditunda. Kami targetkan RUPSLB bisa digelar pada 18 Desember 2012,” kata dia di Jakarta, Selasa (4/12).
Herwin menegaskan, perseroan telah menggelar roadshow di beberapa negara di Asia dan Eropa pada akhir Oktober 2012. Sejauh ini, respons yang diterima perseroan cukup positif.
Para investor, kata dia, terkesan dengan fundamental perseroan. Hal itu terlihat dari pertumbuhan produksi dari tahun ke tahun. Pada 2011, produksi minyak dan gas (migas) Energi Mega mencapai 17 ribu barrel oil equivalent per day (boepd) dan tahun ini ditargetkan naik menjadi 35 ribu boepd.
Untuk tahun depan, produksi ditargetkan naik menjadi 55 ribu boepd. “Kenaikan itu dibarengi dengan peningkatan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi). Tahun ini, EBITDA diperkirakan menembus US$200 juta, naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu US$100 juta,” kata dia.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menerbitkan obligasi global (global bond) berkisar US$450-500 juta tahun depan. Dana hasil obligasi akan digunakan untuk melunasi (refinancing) utang sekitar US$450 juta.
Chief Investor Relations Energi Mega Herwin Hidayat menyatakan, dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Juni 2012, pemegang saham menyetujui penerbitan obligasi maksimal senilai US$600 juta. Namun, melihat kondisi pasar saat ini, nilainya kemungkinan kurang dari angka itu.
Untuk itu, kata dia, perseroan perlu menggelar lagi RUPSLB. Agendanya adalah persetujuan penerbitan obligasi dengan diskon. “RUPSLB seharusnya digelar hari ini (kemarin). Tapi karena tidak kuorum, RUPSLB ditunda. Kami targetkan RUPSLB bisa digelar pada 18 Desember 2012,” kata dia di Jakarta, Selasa (4/12).
Herwin menegaskan, perseroan telah menggelar roadshow di beberapa negara di Asia dan Eropa pada akhir Oktober 2012. Sejauh ini, respons yang diterima perseroan cukup positif.
Para investor, kata dia, terkesan dengan fundamental perseroan. Hal itu terlihat dari pertumbuhan produksi dari tahun ke tahun. Pada 2011, produksi minyak dan gas (migas) Energi Mega mencapai 17 ribu barrel oil equivalent per day (boepd) dan tahun ini ditargetkan naik menjadi 35 ribu boepd.
Untuk tahun depan, produksi ditargetkan naik menjadi 55 ribu boepd. “Kenaikan itu dibarengi dengan peningkatan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi). Tahun ini, EBITDA diperkirakan menembus US$200 juta, naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu US$100 juta,” kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




