ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Sebab Ekspor UMKM Indonesia Kalah dari Thailand dan Malaysia

Jumat, 7 Januari 2022 | 13:01 WIB
H
WP
Penulis: Herman | Editor: WBP
Staf Ahli Menteri Bidang Produktivitas dan Daya Saing Kementerian Koperasi dan UMKM Yulius dalam acara dialog kolaborasi ekspor menuju digital export 2022 yang digelar Sekolah Ekspor, 7 Januari 2022.
Staf Ahli Menteri Bidang Produktivitas dan Daya Saing Kementerian Koperasi dan UMKM Yulius dalam acara dialog kolaborasi ekspor menuju digital export 2022 yang digelar Sekolah Ekspor, 7 Januari 2022. (Beritasatu Photo/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com – Dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN, kontribusi ekspor dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih relatif rendah yaitu 14%. Sebagai perbandingan, di Thailand kontribusi ekspor dari UMKM sudah 29%, sedangkan Malaysia sudah mendekati 20%. Bahkan Jepang mencapai 54% dan Tiongkok 70%.

Baca Juga: UMKM Berpeluang Kembangkan Bisnis dengan Dukungan Pengiriman Instan

Staf Ahli Menteri Bidang Produktivitas dan Daya Saing Kementerian Koperasi dan UMKM Yulius menyampaikan, ada dua hal utama yang menyebabkan kontribusi ekspor dari UMKM Indonesia masih relatif kecil. Pertama, kurangnya pengetahuan para pelaku UMKM terkait ekspor.

"Penyebabnya apa? Karena tidak ada kemampuan untuk mengekspor. Kita punya barang, tidak bisa mengemas. Untuk mengirim barang, cara keluarnya, L/C (letter of credit), kita nggak tahu. Ternyata banyak yang tidak tahu cara mengekspor," kata Yulius dalam acara dialog kolaborasi ekspor menuju digital export 2022 yang digelar Sekolah Ekspor, Jumat (7/1/2022).

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Jokowi: Hilirisasi Kunci Kenaikan Ekspor Indonesia

Kedua, belum optimalnya peran market intelligence guna mengidentifikasi tujuan baru ekspor, kebutuhan produk, identifikasi selera konsumen di negara tujuan, hambatan perdagangan, hingga jaringan distribusi di negara tujuan ekspor.

"Market intelligence ini juga sebuah persoalan. Kita masih mengekspor ke negara-negara yang istilahnya konvensional, belum mencari negara-negara lain yang sebenarnya potensinya luar biasa," ungkap Yulius.

Membuka akses pasar baru di negara-negara non-tradisional menurutnya harus terus dilakukan agar produk-produk UMKM Indonesia biss semakin berdaya saing dan mendunia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Panggil Cak Imin ke Istana Bahas Soal Kemiskinan hingga UMKM

Prabowo Panggil Cak Imin ke Istana Bahas Soal Kemiskinan hingga UMKM

EKONOMI
Kisah Lilis si Ibu Rumah Tangga: Ubah Limbah Jadi Harapan Ekonomi

Kisah Lilis si Ibu Rumah Tangga: Ubah Limbah Jadi Harapan Ekonomi

EKONOMI
AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

EKONOMI
Revisi Aturan E-Commerce Akan Perbesar Ruang Promosi Produk Lokal

Revisi Aturan E-Commerce Akan Perbesar Ruang Promosi Produk Lokal

EKONOMI
Pemerintah Siapkan Revisi Aturan E-Commerce Merespons Keluhan UMKM

Pemerintah Siapkan Revisi Aturan E-Commerce Merespons Keluhan UMKM

EKONOMI
OJK Panggil KoinP2P Soal Kewajiban kepada para Lender

OJK Panggil KoinP2P Soal Kewajiban kepada para Lender

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon