2013, Investasi Industri Manufaktur Non Migas Diproyeksi Rp223,64 T
Rabu, 19 Desember 2012 | 16:07 WIB
Investasi asing pada industri manufaktur non-migas akan memberikan kontribusi sebesar 47,09 persen terhadap total investasi PMA.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan investasi industri manufaktur non-migas pada tahun 2013 mencapai Rp223,6 triliun seiring insentif pajak seperti 'tax holiday' dan 'tax allowance'.
Pencapaian tersebut meningkat dibandingkan proyeksi hingga akhir tahun ini sebesar Rp160 triliun
"Investasi manufaktur akan memberi kontribusi pada pembangunan," kata Kepala Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim, dan Mutu Industri, Kementerian Perindustrian Arryanto Sagala di Jakarta, Rabu (19/12).
Menruut dia, investasi asing pada industri manufaktur non-migas akan memberikan kontribusi sebesar 47,09 persen terhadap total investasi Penanaman Modal Asing (PMA) nasional pada 2013. Sedangkan investasi modal dalam negeri (PMDN) pada industri tersebut berkontribusi 58,02 persen terhadap total investasi PMDN nasional di 2013.
"Dengan asumsi sebesar itu, total investasi pada sektor manufaktur non-migas nasional di 2013 mencapai Rp223,64 triliun. PMA dan PMDN masing-masing berkontribusi sebesar Rp155,38 triliun dan Rp68,266 triliun," paparnya.
Investasi, lanjut Arryanto, akan mendorong pertumbuhan industri nasional. Namun hal itu harus didukung pembangunan infrastruktur.
"Percepatan pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, jalan raya harus dilakukan jika ingin menggenjot investasi industri non migas," ujarnya.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan investasi industri manufaktur non-migas pada tahun 2013 mencapai Rp223,6 triliun seiring insentif pajak seperti 'tax holiday' dan 'tax allowance'.
Pencapaian tersebut meningkat dibandingkan proyeksi hingga akhir tahun ini sebesar Rp160 triliun
"Investasi manufaktur akan memberi kontribusi pada pembangunan," kata Kepala Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim, dan Mutu Industri, Kementerian Perindustrian Arryanto Sagala di Jakarta, Rabu (19/12).
Menruut dia, investasi asing pada industri manufaktur non-migas akan memberikan kontribusi sebesar 47,09 persen terhadap total investasi Penanaman Modal Asing (PMA) nasional pada 2013. Sedangkan investasi modal dalam negeri (PMDN) pada industri tersebut berkontribusi 58,02 persen terhadap total investasi PMDN nasional di 2013.
"Dengan asumsi sebesar itu, total investasi pada sektor manufaktur non-migas nasional di 2013 mencapai Rp223,64 triliun. PMA dan PMDN masing-masing berkontribusi sebesar Rp155,38 triliun dan Rp68,266 triliun," paparnya.
Investasi, lanjut Arryanto, akan mendorong pertumbuhan industri nasional. Namun hal itu harus didukung pembangunan infrastruktur.
"Percepatan pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, jalan raya harus dilakukan jika ingin menggenjot investasi industri non migas," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




