ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rachmat Gobel Bantah Jepang Mundur dari Proyek IKN Nusantara

Sabtu, 2 April 2022 | 13:38 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Wakil ketua DPR RI, Rachmat Gobel dalam acara peluncuran Muktamar Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) di hotel Horison, Bandung, Minggu, 13 Februari 2022.
Wakil ketua DPR RI, Rachmat Gobel dalam acara peluncuran Muktamar Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) di hotel Horison, Bandung, Minggu, 13 Februari 2022. (Istimewa)

Gobel mengatakan, sebagai wakil ketua DPR, ia memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memajukan Indonesia dan memakmurkan rakyat Indonesia. Selama di Jepang ia membahas investasi-investasi strategis Jepang di Indonesia, seperti MRT di Jakarta maupun rencana pembangunan IKN. Selain itu, mereka membahas tentang rancana KTT G-20 di Indonesia yang akan berlangsung di Bali pada pertengahan November tahun 2022 ini. "Banyak hal yang dibahas. Namun satu hal yang perlu diingat, investasi asing adalah untuk memperkuat ekonomi nasional," katanya.

Lebih lanjut Gobel menerangkan, IKN nanti akan menjadi smart city. "Jepang sangat berpengalaman dalam membangun smart city. Kota-kota di Jepang sangat ramah lingkungan dan berwawasan teknologi maju, karena itu sangat tepat jika Jepang bisa terlibat dalam pembangunan IKN. Selain itu, selama ini investasi Jepang di Indonesia tak pernah menimbulkan gesekan sosial karena Jepang tak membawa tenaga kerja massif, kecuali untuk tenaga ahli. Jepang tak punya beban ketenagakerjaan di dalam negerinya sehingga tak perlu menjadi bagian dari perjanjian di setiap investasinya di negara lain. Investasi Jepang juga membawa kemajuan di bidang teknologi bagi Indonesia serta dalam membangun sumberdaya manusia Indonesia. Sudah puluhan tahun tak menimbulkan masalah berarti," katanya.

Baca Juga: Softbank Mundur dari IKN, Bambang Susantono: Tak Perlu Khawatir

Gobel menerangkan, pembangunan IKN ini sangat strategis bagi kawasan timur Indonesia. "Ini akan memiliki dampak yang sangat besar. Tak hanya memberikan kemakmuran tapi juga meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di kawasan tersebut," katanya. Selama ini, katanya, kawasan timur paling tertinggal dibandingkan dengan kawasan barat Indonesia. Melalui pemindahan IKN ini, katanya, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, NTT, dan NTB akan sangat menikmati hasilnya. "Akan ada percepatan dan lompatan kemajuan serta kemakmuran," katanya.

ADVERTISEMENT

Pembangunan MRT dan Isu G-20
Dalam kunjungan itu, Gobel juga membahas pembangunan MRT di DKI Jakarta. Pada tahap pertama, moda transportasi massal dari Lebak Bulus ke MH Thamrin sudah beroperasi. Saat ini, sedang dalam proses untuk menyelesaikan pembangunan tahap kedua dari Thamrin ke Kota.

"Kita ingin agar ada percepatan sehingga sebelum 2024 semua proyek strategis Jepang di Indonesia sudah bisa selesai. Perlu diingat, selama pembangunan MRT ini, kita tak terkena dampak lingkungan. Jalanan tetap bersih dari debu dan ceceran tanah. Bayangkan jika debu dan ceceran tanah terjadi di jantung keramaian Jakarta. Itulah salah satu keunggulan pola kerja dan disiplin kerja yang diterapkan Jepang. Tak bikin saluran tersumbat sehingga menimbulkan banjir yang sangat merugikan masyarakat seperti yang pernah terjadi dalam pembangunan kereta cepat Jakarta-Padalarang," katanya.

Gobel mengatakan, dalam pertemuan dengan Jepang itu, ia juga membicarakan tiga isu prioritas KTT G-20 nanti. Ketiga isu itu adalah, pertama, konektivitas dan pemulihan pasca Covid-19 (Connectivity and Post-Covid Recovery). Kedua, literasi digital dan penguasaan digital (Digital Literacy and Digital Talent). Ketiga, lalu-lintas data lintas batas (Cross-Border Data Flow/Data Free Flow with Trust). "Jepang sangat mendukung tiga isu ini untuk dibahas agar menguntungkan semua pihak. Kita perlu segera pulih dari situasi pandemi," katanya.

Hal lain yang menjadi pembahasan, kata Gobel, mereka mendiskusikan masalah pertanian dan pangan dalam mewujudkan ketahanan pangan dunia. "Indonesia harus menjadi bagian dalam ketahanan pangan dunia. Indonesia memiliki lahan yang subur dan luas, sumberdaya manusia, iklim yang baik, dan keanekaragaman hayati. Sedangkan Jepang mempunyai teknologi dan konsepnya," katanya.

Akibat perubahan iklim, katanya, dunia menghadapi tantangan ketersediaan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga dunia, seperti beberapa kali terjadi gejolak pangan dunia pada akhir-akhir ini.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon