CISSRec: Kehadiran Super App Hemat Anggaran Puluhan Triliun
Sabtu, 16 Juli 2022 | 17:41 WIB
Pratama menjelaskan, untuk membuat super apps, ada beberapa hal yang menurutnya harus diperhatikan, yaitu adanya pusat data nasional yang merupakan server utama untuk nantinya menyimpan dan mengolah seluruh data yang masuk, terutama data kependudukan. Lalu yang harus disiapkan juga adalah program satu data nasional.
"Jadi harus jelas data mana dan dari siapa yang digunakan dalam super app ini. Kita bayangkan ada 2.700 database yang digunakan saat ini, jelas ini tidak efisien dan sangat tidak mendukung proses birokrasi dan bisnis. Diharapkan dari super app ini, semua kementerian dan lembaga sudah bisa berkolaborasi dalam sebuah platform digital," kata Pratama.
Baca Juga: Strategi Super App Bantu Grab Bertahan di Tengah Pandemi
Terkait masalah keamanan, selama ini aplikasi milik pemerintah memiliki tingkat keamanan yang berbeda-beda. Namun Pratama menilai sebagian besar sangat lemah pengamanannya, sehingga menyebabkan banyak terjadi kebocoran data.
"Dengan banyaknya aplikasi dan website yang dorman atau menganggur ini, banyak potensi serangan dan kebocoran data. Sistem yang aktif dipakai saja masih menjadi sasaran empuk. Karena itu dalam membangun super app nanti, perlu tim yang kuat, misalnya dari Kominfo, BSSN, BIN serta lembaga negara lain yang berkepentingan," ujar Pratama.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




