Menaker Dorong Peningkatan Kemampuan Pekerja Perempuan
Senin, 18 Juli 2022 | 13:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengajak seluruh pihak untuk turut mendorong peran pekerja perempuan dalam perekonomian nasional. Selain itu, peran tersebut harus lebih diarahkan kepada sektor-sektor formal atau sektor yang membutuhkan keterampilan tinggi.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, saat ini masih terjadi kesenjangan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki dan perempuan di Indonesia. TPAK laki-laki yang bekerja mencapai 85%, sementara TPAK pekerja perempuan yang bekerja baru 53%. Bahkan, untuk TPAK perempuan yang bekerja tersebut mayoritas masih jenis pekerjaan unskilled worker.


"Ini adalah pekerjaan rumah kita terkait isu perempuan, dan kami meminta hal ini juga menjadi concern dari organisasi-organisasi perempuan seperti Fatayat NU," ucap Ida Fauziyah, dalam siaran pers dikutip Senin (18/7/2022).
Baca Juga: Beban Pekerja Perempuan Makin Bertambah pada Masa Pandemi


Kemenaker, jelas Ida Fauziyah, memiliki komitmen untuk meningkatkan kompetensi dan pemberdayaan perempuan, sebagai salah satu upaya memutus mata rantai unskilled worker pada pekerja perempuan. 


Terlebih, pandemi Covid-19 membawa tambahan beban tersendiri bagi pekerja perempuan. Sebab, adanya pandemi memberikan beban tambahan, mulai dari hilangnya pekerjaan atau pendapatan, hingga meningkatnya beban pengurusan rumah tangga.
Komitmen tersebut diwujudkan antara lain melalui pelatihan berbasis kompetensi, pelatihan kewirausahaan, pemberian insentif pelatihan, serta pembangunan BLK Komunitas.
Baca Juga: Kesetaraan Gender Bisa Majukan Perusahaan
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




