LPCK Diuntungkan Pertumbuhan Kawasan Industri Cikarang
Rabu, 27 Juli 2022 | 15:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Konsultan properti JLL Indonesia menyebutkan, wilayah Cikarang masih mendominasi pasokan untuk kawasan industri di wilayah Jabodetabek pada kuartal I 2022.
Total lahan eksisting kawasan industri pada kuartal I 2022 mencapai 2 juta meter persegi dan 45% diantaranya berada di kawasan Cikarang. Selain itu, tingkat okupansinya juga terus menunjukkan tren yang membaik dengan rata-rata mencapai 93%.
"Sebagian besar permintaan kawasan industri pada kuartal I 2022 terlihat di wilayah Cikarang karena kemudahan akses dan kenyamanan. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan infrastruktur yang membuat Cikarang memiliki aksesibilitas maupun fasilitas yang terus berkembang," jelas laporan tersebut, dikutip keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (27/7/2022).
Baca Juga: Ini Strategi LPCK Targetkan Prapenjualan Rp 1,45 Triliun
Laporan yang sama juga menginformasikan permintaan pergudangan di wilayah Cikarang masih didominasi oleh segmen e-commerce, logistik, fast moving consumer goods (FMCG), hingga material bahan kimia. Segmen ini juga terus berkembang di tengah situasi pandemi Covid-19 yang membutuhkan ruang-ruang pergudangan baru.
Melihat peluang tersebut, anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), yaitu PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), akan tetap mengembangkan dan menjalankan strategi segmentasi industri seiring dengan tingginya permintaan gudang serta pusat logistik.
Pencapaian strategi LPCK ini tentu saja berimbas positif kepada kinerja LPKR sebagai induk usaha yang memegang 84% saham LPCK.
Baca Juga: Pertumbuhan Penjualan Lahan Industri LPCK Dongkrak Kinerja LPKR
"Permintaan lahan industri bertumbuh karena bisnis-bisnis yang telah berkembang melihat peluang melampaui pandemi Covid-19 dan para pemain ekonomi digital yang tumbuh sangat cepat juga memperluas jaringan distribusi, gudang, pusat logistik, serta investasi-investasi lainnya," kata CEO LPKR, John Riady.
John Riady juga menyampaikan optimismenya terkait dengan industri properti yang dipercaya semakin cerah ke depannya, setelah menunjukkan pemulihan pada tahun 2021.
Dua sektor yang menurutnya yang masih bertumbuh meski di tengah pandemi Covid-19 yaitu rumah tapak dan logistik yang bertumbuh karena terdorong industri e-commerce.
Baca Juga: LPKR dan LPCK Resmi Bergabung dalam Daftar Efek Syariah
Patut diketahui, pra-penjualan LPCK pada tahun 2021 yang bersumber dari segmen industrial mencapai Rp402 miliar, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp291 miliar.
Pada tahun 2022, LPCK mencanangkan target pra penjualan Rp1,45 triliun yang akan ditopang kontribusi proyek Waterfront Estate sebesar Rp700 miliar, properti industri Rp650 miliar, komersial Rp75 miliar, dan residensial lainnya Rp25 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




