Budaya Konsumsi Pangan yang Beragam Perlu Dibangun
Minggu, 31 Juli 2022 | 13:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) resmi meluncurkan gerakan Pangan B2SA atau beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Gerakan ini diluncurkan karena stabilisasi dan ketersediaan pangan nasional harus ditopang dengan ekosistem pangan kuat serta kesadaran masyarakat mengkonsumsi pangan beragam agar tidak menimbulkan ketergantungan pada satu komoditas pokok saja.
Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menyampaikan, peluncuran B2SA dilaksanakan bertepatan dengan momentum hari ulang tahun ke-1 NFA.
"Dipilihnya hari spesial ini menunjukkan komitmen NFA untuk berperan aktif tidak hanya mewujudkan stabilisasi dan ketersediaan pangan, melainkan juga turut serta membangun budaya masyarakat mengkonsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman atau yang selanjutnya akan kita kampanyekan dengan Pangan B2SA," kata Arief dalam peluncuran gerakan Pangan B2SA, di Jakarta, Minggu (31/7/2022).
Baca Juga: Moeldoko Promosikan Sorgum sebagai Alternatif Pangan
Untuk memperkuat gerakan ini, terang Arief, pihaknya sudah melakukan kerja sama melalui MoU dengan Indonesian Chef Association (ICA) dalam rangka mendorong para pelaku kuliner lebih mengedepankan penggunaan bahan pangan lokal dalam hidangannya. Selain itu, NFA juga menggandeng organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) guna memasyarakatkan potensi dan keunggulan pangan lokal hingga ke pelosok desa.
"Kami juga menggerakan Dinas Urusan Pangan yang tersebar di 514 kab/kota dan 37 provinsi untuk semakin intensif mengkampanyekan gerakan ini kepada masyarakat di daerahnya. Salah satunya melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai ladang untuk bercocok tanam komoditas pangan lokal," ujarnya.
Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Keluarga Nasional lalu, yang mengajak seluruh keluarga di Indonesia memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam dan berternak guna memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Arief berharap, melalui pembudidayaan, pemanfaatan, dan peningkatan konsumsi pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, maka ketahanan pangan masyarakat akan semakin terjaga karena tidak harus bergantung pada satu komoditas tertentu. Masyarakat Pun semakin sehat karena terpenuhi gizinya.
"B2SA mengajak masyarakat selain mengkonsumsi pangan yang beragam, juga mengedukasi kita bahwa dalam satu porsi piring makanan harus terbagi ke dalam tiga jenis makanan, yaitu makanan pokok (karbohidrat), sayuran, serta lauk-pauk dan buah-buahan. Tentunya diimbangin dengan minum delapan gelas air sehari dan aktivitas fisik 30 menit per hari," ujarnya.
Baca Juga: Masyarakat Didorong Ubah Budaya Konsumsi ke Pangan Lokal
Arief menjelaskan, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam keberagaman pangan. Indonesia merupakan negara dengan biodiversitas terbesar kedua di dunia dengan 77 jenis tanaman pangan sumber karbohidrat, 75 jenis sumber minyak atau lemak, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis buah- buahan, 228 jenis sayuran, serta 110 jenis rempah dan bumbu.
"Kita memiliki beragam pangan sumber karbohidrat seperti sagu, sukun, singkong, jagung, sorgum, kentang, dan ragam umbi-umbian lainnya," ungkapnya.
Indonesia juga memiliki kearifan budaya pangan lokal di daerahnya masing-masing seperti budaya Manggadong di Sumatera Utara, beras Aruk di Kepulauan Bangka Belitung, nasi Siger di Lampung, Rasi di Jawa Barat, Nasi Jagung di Jawa, Jagung Bose di NTT, Binte Biluhuta di Gorontalo, bubur Tinutuan Sulawesi Utara, Kapurung di Sulawesi Selatan, Kasuami, Sinonggi dan Kabuto di Sulawesi Tenggara, Enbal di Maluku, hingga Papeda di Papua.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




